kid’s cave explorer

4 January 2018
bersama Gundam, pagi ini De Saputro berangkat menuju ke kabupaten Gunung kidul, tepatnya menuju ke gua Pindul. menjelang area gua pindul saat berbelok masuk, mobil kita dan mobil di depan kita diberhentikan kru adventure, awalnya Ayah pikir kru ini memang dari pihak pengelola wisata gua pindul, namun saat mobil di arahkan ke salah satu adventure baru “ngeh” kalau kru pengawalan berasal dari salah satu adventure penyelenggara wisata di goa Pindul.

sebenarnya Ayah sudah berkomunikasi dengan salah satu adventure penyelenggara, namun karena kurang responsif dan Ayah juga belum melakukan transfer, jadi deh kita pilih adventure penyelenggara yang mengawal dari depan.namanya kedunggupit

untuk explore goa Pindul ada beberapa paket yang bisa dipilih, ada paket kunjungan kedua lokasi, tiga lokasi dan empat lokasi. karena sore hari sudah ada appointment dengan Sinten fotografi, diputuskan untuk ambil paket yang termurah dan tercepat yaitu kunjungan kedua lokasi sebesar 130rb. 

kedua lokasi yang dipilih adalah goa baru dan goa Pindul, paket default sebenarnya gua pindul dan arung jeram, namun karena kita sudah berarung jeram di Sukabumi, lokasi kedua diganti menjadi gua baru.

setelah membayar biaya administrasi, kita diminta memasukkan barang-barang pribadi kita ke loker atau disimpan didalam mobil agar tidak basah saat menyusuri gua pindul. untuk yang ingin membawa kamera henpon bisa dimasukkan ke plastik anti air. 

sambil menunggu nama dipanggil kita bisa menikmati teh hangat

foto dulu,

tempat menunggu

setelah nama kita dipanggil, kita diminta memakai jaket pelampung

pakai jaket pelampung dulu

setelah memakai jaket pelampung, saatnya menuju ke goa baru dan Goa pindul, menggunakan mobil bak terbuka

new cave atau goa baru

Goa ini disebut baru, karena baru ditemukan tahun 2013, saat itu ada warga yang ingin membangun rumah. menggunakan alat berat, dan tanpa diduga saat melakukan penggalian, ada space koskng dibagian batu yang ternyata sebuah gua.

kronologi penemuan goa baru

didalam goa baru

digoa baru ini ada banyak stalaktit yang indah hasil pembentukan yang sangat lama.

stalaktit kristal

selain stalaktit ada juga stalakmit kristal yang terbentuk dari tetesan air yang terus menerus

selain stalaktit dan stalakmit, ada stalakmit yang berpendar transparan jika disinari lampu, kalo upin-ipin bilang comelnyaaaaa

stalakmit yang berpendar transparan ketika disinari lampu.

Gua Pindul

Selesai kunjungan di goa baru, perjalanan dilanjut ke goa Pindul. untuk menuju tempat Goa Pindul, kita perlu berjalan sambil angkat ban salam mobil. ban dalam ini nantinya akan digunakan untuk menyusuri Goa Pindul.

Angkat ban dalam dulu

sesampai di dekat pintu masuk Goa Pindul, masing-masing kita duduk diatas ban dalam. untuk masuk kedalam goa, kita akan ditarik guide kita, jadi kita perlu memegang tali yang tersemat di ban dalam anggota kelompok kita

bersiap masuk ke Gua Pindul

didalam goa cukup gelap, sebaiknya sebelum ke gua Pindul sebaiknya bawa senter untuk penerangan, dengan senter kita bisa melihat lebih jelas bagian atas goa. didalam goa ada stalaktit dan kelelawar yang bisa dilihat. karena hujan cukup deras dan khawatir debit air di goa pindul naik, jadi schedule peserta cave tubing dipercepat, sehingga goa pindul cukup padat.

foto dulu setelah menyusuri goa pindul.

selesai menyusuri goa pindul dengan ban dalam, kita kembali ke basecamp adventure untuk mandi dan berganti pakaian. berakhirlah petualangan kita mengexplore goa di goa pindul.

apa teman-teman pernah menyusuri goa Pindul?

Iklan

Januari 16, 2018 at 11:19 Tinggalkan komentar

Foto ala Tempoe doeloe

4 January 2018

Sejak Bunda ditunjukkan foto jadul salah satu teman, dikunjungan ke Jogja kali ini, de Saputro berencana untuk foto ala tempoe doeloe di Jogja.

untuk foto ala tempoe doeloe, kita akan berfoto di Sinten fotografi, lokasinya dekat dengan perempatan tugu Jogja. seperti diskusi per telp dengan Sinten kita dapat slot berfoto ditanggal 4 January sore, tepatnya pukul 15.15. jadi buat temen-temen yang mau foto, ada baiknya telp dulu untuk booking waktu, karena schedule cukup padat, khawatir tidak dapat slot waktu berfoto.

Continue Reading Januari 14, 2018 at 06:26 Tinggalkan komentar

menikmati fall seasons di Naejangsan

14 November 2017

selepas menikmati desa tradisional Korea di Jeonju. (https://gyannara.wordpress.com/2017/12/09/jeonju-hanok-village/),  kita kembali berpacu dengan waktu menuju kearah selatan yaitu Naejangsan, sebenarnya plan berangkat dari Jeonju pukul 11 siang, tapi kita baru jalan dari Jeonju jam 2 siang.

Continue Reading Januari 13, 2018 at 21:33 Tinggalkan komentar

Walang goreng makanan favorit pak Djodji

9 January 2018

hari ini adalah hari pertama Ayah masuk kantor di tahun 2018. selepas berlibur ke Dieng-Jogjakarta-Semarang, pastinya ada buah tangan khas yang dibawa ke kantor untuk dinikmati teman-teman. 

Continue Reading Januari 12, 2018 at 17:10 Tinggalkan komentar

baca Surat Al-Kahfi yuk

12 January 2018

di awal tahun begini, biasanya banyak resolusi-resolusi yang akan diwujudkan satu tahun ke depan. Ayahpun tak mau ketinggalan. salahsatu resolusi tahun 2018 yang ingin Ayah wujudkan adalah membiasakan untuk membaca surat Al-Kahfi setiap hari Jum’at.

Continue Reading Januari 12, 2018 at 15:44 Tinggalkan komentar

Moslem Praying space at Namdaemun market

17 November 2017, 

During our visit to Namdaemun Market in Seoul, We realize praying time for Ashr almost expire, so We looking for praying space/praying place around this area, instead of go back to hotel. for Moslem, if you looking for praying space/praying place in Namdaemun market.for Moslem, if you looking for praying space/praying place in Namdaemun Market, you can use room in community lounge

Continue Reading Januari 12, 2018 at 09:17 Tinggalkan komentar

Jalan pagi, sambil menikmati kearifan budaya lokal

5 January 2018

seperti perjalanan sebelum-sebelumnya, Ayah selalu sempatkan untuk jalan atau lari pagi di sekitar hotel. dipagi hari selain udara/hawanya segar, kita juga bisa melihat aktivitas warga sekitar. pun perjalanan kali ini Ayah melakukan hal yang sama. 

setelah memakai sepatu lari, Ayahpun mulai melangkahkan kaki menuju ke arah jalan Malioboro, jika siang atau malam jalan ini ramai, pagi ini jalan lebih lengang, pas untuk lari santai sambil menikmati kearifan Budaya lokal. 

Continue Reading Januari 11, 2018 at 16:56 Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Blog Stats

  • 747,302 hits

Kategori