Passive Repeater

Maret 19, 2010 at 11:02 Tinggalkan komentar

February 2007

Di sela-sela kesibukan, tiba-tiba Ayah dapet permintaan dari headquarter untuk membantu membuat design passive repeater menggunakan pathloss untuk salah satu operator di tanah air. Masalah ini bermula karena link yang awalnya dikira LOS ternyata tidak, jadi kita perlu menambah repeater. Berhubung area yang akan di tambahkan repeater itu sangat sulit aksesnya, maka upaya menambahkan repeater yang minim perawatan pun diajukan.

Di software pathloss ada tiga jenis passive repeater, yaitu :

– Single passive repeater

– Double passive repeater

– back to back antenna

Pada tulisan kali ini yang akan dibahas adalah passive repeater menggunakan back to back antenna.

Sebenarnya perbedaan repeater passive dan repeater active hanya pada ada atau tidaknya komponen aktif (TRX) pada sisi repeater. dikatakan aktif karena ada komponen aktif (TRX) berupa radio yang mengolah sinyal yang di terima dan meneruskan kembali, sedangkan pada passive tidak ada komponen aktifnya. hal ini (ada atau tidaknya komponen aktif) berperan dalam jarak yang bisa di capai.

Penentuan lokasi passive repeater, tidak berbeda dengan penentuan lokasi aktif (untuk penentuan lokasi repeater bisa dilihat di https://gyannara.wordpress.com/2010/03/05/tips-mencari-repeater-microwave/). Setelah kandidat lokasi repeater ditemukan, berikut langkah-langkah untuk menginput dan menghitung passive repeater di software pathloss 4.

1. Buat link dari Site near end ke site repeater (yang lokasinya sidah di dapat) dan buat link dari site repeater ke site far end (dalam contoh ini link Site A ke repeater dan repeater ke site B.

tips: jangan lupa urutannya, site A ke repeater dan repeater ke site B, karena kalau urutannya salah (misal site A ke repeater dan site B ke repeater) hasil yang didapatkan akan lain.

2. Setelah link ter create, jangan lupa untuk mengenerate path profile masing-masing link (untuk generate path profile bisa dilihat disini   https://gyannara.wordpress.com/2009/07/24/generate-path-profile-di-pathloss/)  setelah link tergenerate pada tab module ilih worksheet

3. Kemudian pada tab operation pilih passive repeater

4.  Kemudian pilih back to back antenna pada pop-up window passive type.

5. Setelah memilih tipe passive type, maka pathloss akan merequest kita untuk meload file pathloss.

pathloss file yang diminta di sini adalah file pathloss repeater ke site far end (dalam contoh ini pathloss file untuk repeater ke site B).

6. Setelah file pathloss terload, maka passive repater akan terbentuk di profile bagian atas.

7. Sampai langkah ini sebenarnya penginputan passive repeater sudah selesai, lamgkah selanjutnya, adalah menginput paramater antenna pada passive repeater untuk perhitungan link budget link tersebut.

berhubung perhitungan link budget (link performance) di dalam blog ini belum dibahas, maka pembahasan passive repeater di akhiri disini, dan akan dilanjutkan setelah penghitungan link budget di posting.

Entry filed under: My Lovely Job. Tags: , , .

Nikmatnya Sroto Banyumas From this moment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: