Generate Path Profile di pathloss

Juli 24, 2009 at 08:43 4 komentar

Dalam mendesain link transmisi, syarat utama sebelum melakukan penghitungan link budget/ link performance, harus di check terlebih dahulu, apakah link yang akan kita gunakan LOS (Line of sight) atau tidak. Jika link tersebut LOS, maka bisa dilanjutkan ke langkah berikutnya, namun jika tidak, kita perlu mencari lokasi yang LOS atau jika memungkinkan kita tambahkan repeater untuk mencapai link tersebut. Pada software pathloss, untuk mengetahui link tersebut LOS atau tidak, kita perlu menggenerate path profile diantara link yang akan di desain.

Pada tips dan trik kali ini Ayah Nara akan tuliskan cara menggenerate path profile menggunakan  Map digital (SRTM dan GTOPO) dan cara menggenerate path profile dari data Bakorsurtanal yang kita input satu persatu.

A. Generate path profile  menggunakan Map digital (SRTM dan GTOPO)

Untuk generate path profile menggunakan Map digital, mohon dipastikan setting untuk terrain database sudah dilakukan klik disini.

1. Masukkan data site (nama, site ID, dan koordinat) untuk masing-masing site

Pathloss1

2. Kemudian pada tab module pilih terrain data.

Pathloss2

3. Pada tab operation pilih generate profile

Pathloss3

klik generate, dari hasil generate profile dapat diketahui jenis map digital (SRTM
atau GTOPO) yang mengenerate profile tersebut SRTM atau GTOPO

4. klik generate, dari hasil generate profile dapat diketahui jenis map digital (SRTM atau GTOPO) yang mengenerate profile tersebut SRTM atau GTOPO.

Pathloss4

5. Jika pada terrain data tersebut diketahui ada single structure seperti gedung, pohon atau lainnya, data ini dapat di input pada terrain data yaitu dengan mendouble clik pada kolom structure, kemudian pilih single structure, kemudian pada opsi type mohon dipilih single structure yang sudah diketahui tersebut (tree, building, and water tower).
Pathloss5

6. Kemudian masukkan location (pada kilometer berapa), dan structure height

Pathloss67. Selain single structure, kita juga bisa memasukkan range structure, jika terrain data di asumsikan memiliki vegetasi untuk suatu range tertentu, maka kita dapat meng-inputnya dengan memilih range structure yaitu, double click pada kolom structure, kemudian pilih range structure.

Pathloss78. Pada option type pilih tree, structure height diisi dengan asumsi 20 atau 25 m, kemudian drag start of range dan end of range-nya (untuk range jangan ditarik sampai ujung start of range dan end of rangenya, karena pathloss akan menampilkan pesan error (end of range).

B. Generate path profile dengan meng-input data satu persatu (data dari bakorsurtanal atau data yang tidak bisa di generate dengan map digital)

1. Untuk data terrain yang di input satu persatu, kita tidak perlu meng-inputkoordinat untuk site yang akan kita generate, akan tetapi pada langkah-langkah yang saya tulis ini, saya inputkan juga koordinat untuk masing-masing site. Hal ini untuk memudahkan kita melihat lokasi site tersebut berada pada pulau mana.

2. Setelah nama site dan koordinat kita input, selanjutnya pada tab module pilih terrain data.

Pathloss2

3. Sebelum Meng-input/import data site elevation pada pathloss file, terlebih dahulu kita buat informasi range dan site elevationnya. Table ini dapat kita buat pada Microsoft Excel dengan meng-input distance dan elevationnya (distance dalam Kilometer dan elevation dalam Meter). Setelah selesai save file tersebut ke text (tab delimited) file .

Pathloss84. Pada pathloss, pilih tab convert, selanjutnya pada tab files pilih open

Pathloss95. Kemudian Browse ke tempat kita men-save table yang sebelumnya kita buat

Pathloss106. Setelah me-load file tersebut, pada bagian bawah data akan selalu ada karakter tambahan (mungkin header) yang harus di delete, delete file tersebut agar saat me-load file tidak akan ada pesan error dari pathloss

Pathloss117. Selanjutnya pada last row (baris terakhir) agar ditambahkan space (dengan menekan enter pada end of row, (dalam hal ini tekan enter setelah cursor diletakkan pada baris sesudah 43 (cukup dua kali enter)). Selanjutnya pindahkan cursor pada start of distance (dalam hal ini letakkan cursor pada depan angka 0 pada baris pertama), setelah itu pilih tab convert. Jika cursor tidak diletakkan pada awal table maka pesan field error akan muncul.

Entry filed under: My Lovely Job. Tags: , , , .

Proses Pembangunan Rumah (minggu ke-3) Proses Pembangunan (minggu ke-4)

4 Komentar Add your own

  • 1. indra  |  Juli 24, 2009 pukul 09:08

    Mantap ….

    Babe emang jagoan dalam ngeplanning MW Radio🙂

    Balas
  • 2. Tri Drian  |  Juli 24, 2009 pukul 09:09

    Ini baru karya transmission (Sr) Engineer…

    Balas
  • 3. Passive Repeater « My lovely baby  |  Maret 19, 2010 pukul 11:03

    […] Teratas Proses Pembuatan IMBPembelian Emas di Logam MuliaSedikit Mengenai Bahasa ThailandGenerate Path Profile di pathlossPerbaikan Power Steering Greco ++ (plus-plus)Nikmatnya Sroto BanyumasSetting parameter dasar […]

    Balas
  • 4. Rahmi  |  Mei 31, 2014 pukul 23:43

    postingannya sangat membantu….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: