Rasa dan harga terkadang bukan segalanya

November 17, 2013 at 20:36 Tinggalkan komentar

Untuk urusan makan, seringkali kebanyakan kita (termasuk Ayah) fokus kepada dua hal, “Rasa” dan “Harga”, Rasa, tentu saja pilih yang rasanya enak, harga tentu yang paling murah. Keduanya sering kali saling berhubungan, seperti ungkapan ada harga ada rasa, bahasa inggrisnya ono rego, ono rupo (bener ngak ya nulisnya, hehehe).

Waktu masih mahasiswa dulu, Ayah dan kebanyakan teman-teman Ayah, kalau urusan makan carinya yang murah selanjutnya baru yang rasanya enak. Namanya juga Mahasiswa, kalau harganya murah, keujung duniapun akan kucari, hehehe. dan Alhamdulilah ketemu aja makanan yang murah dan enak.Kalau lagi mau makan enak dan agak mahal, biasanya baru bisa terwujud diawal bulan, maklum disaat ini kiriman dari ortu lagi banyak-banyaknya, kalau akhir bulan palingan makan indomie.hehehe itu dulu waktu Mahasiswa, saat biaya harus diatur seketat mungkin, btw gimana mahasiswa sekarang ya?jangan-jangan kirimannya lebih besar daripada gaji Ayah perbulan.

Awal kerja cenderung cari makan yang enak dan mahal, maklum belum punya tanggungan, jadi kalau gaji sebulan ngak habis rasanya ada yang kurang, ~sombong mode on~, padahal waktu itu, makan tiap bulan suseh, sampe numpang dirumah ortu, hehehehe

Kalau sudah berkeluarga seperti sekarang, terkadang makan yang mahal dan enak, terkadang bawa bekal atau terkadang makan yang murah bergantung pengeluaran tiap bulan, kalau lagi banyak pengeluaran seringnya bawa bekal atau cari makanan yang murah dan enak. ciri-ciri tempat makan yang enak dan murah biasanya rame.

Ayah sendiri sekarang sedang merutinkan, bawa bekal dari rumah, selain bisa berhemat dan lebih sehat bekal makanan yang Ayah bawa pasti halal, karena kita tahu bagaimana memasaknya, bahan-bahan yang digunakan, dan yang memasak isteri tercinta, pasti masaknya dengan cinta, ce ileeeeee.

Selain membawa bekal, terkadang saat pulang kantor, ayah kepingin juga merasakan masakan-masakan enak disepanjang perjalanan pulang menuju rumah. Jadi terkadang mampir dan membungkus makanan untuk dimakan bersama dirumah.

Sesekali saat perjalanan pulang menuju rumah, Ayah menjumpai penjual nasi goreng yang sepi pembeli, sekali-kali ah mampir ke sini, sekalian mencoba dan ngobrol sama abang penjualnya. Dan yup seperti dugaan Ayah, rasa dan harganya kurang mengena di masyarakatn tapi terlepas dari rasa dan harga, pelayanan didapatkan diluar dugaan, mulai menyapa konsumen dengan senyum (ada loh yang sepanjang menyajikan makanan cemberut aja, kalo ketemu yang model begini jangan mau datang lagi kesini), dan saat membayar pesanan, Ayah mau coba membayar dengan uang 50rb-an, yang kebanyakan pedagang, segera memberikan ekspresi kecewa sambil berkata ada uang kecil ngak?? Dan ekspresi yang Ayah dapatkan kali ink berbeda dari pedagang biasanya, penjaja nasi goreng ini bahkan mau bersusah payah mencari uang kembalian untuk konsumennya. Dan sejak saat itu,buat Ayah rasa dan harga bukan segalanya.

Cobalah sekali-kali, mampir ke tempat makan yang sepi pengunjung ini, Ayah sendiri (meskipun tidak rutin), terkadang menyempatkan mampir ke tempat makanan seperti ini, bonusnya terkadang anda akan mendapatkan pelayanan yang luar biasa,

Ketoprak

Silaturahim ke abang ketoprak

Coba ajak ngobrol sekali-kali, tentang berita yang lagi happening, atau cuaca, atau boleh dicoba untuk membayar dengan pecahan besar (50rb atau 100rb), kalau respon yang didapatkan menunjukkan ekspresi cemberut, cukuplah sekali datang ketempat tersebut.

hal penting lainnya adalah, dengan membeli di pedagang yang sepi ini, kita turut membantu mereka memutar roda ekonomi dan membantu  survive menciptakan kreasi-kreasi yang baru yang bisa menggemparkan jagat persilatan, hehehe, jadi apakah rasa dan harga masih menjadi segalanya?

Entry filed under: My Lovely self Improvement. Tags: .

Monumen Nasional Anugrah ter”Indah” yang pernah kumiliki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 679,229 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: