Nyoto yuk

Oktober 21, 2013 at 04:54 Tinggalkan komentar

12 oktober 2013

Hari ini De Saputro berencana silaturahim ke tempat engkong di Bekasi, 2nd hometownnya Ayah dan Bunda.

Selain silaturahim, tentu saja nostalgia kuliner favorit Ayah saat Ayah masih tinggal di Bekasi, Bekasi barat tepatnya. Kuliner yang sekarang hampir tidak dilewatkan saat kunjungan kerumah engkong adalah soto ayam Lamongan di perumahan Harapan baru 1, kalau dulu untuk Nostalgia kuliner, terkadang masih harus berbagi menu favorit dengan Bunda yaitu mie Bangka, tapi kayaknya sekarang Bunda sudah mulai ketagihan soto ayam, hihihihi.

Kira-kira 15 tahun lalu, saat Ayah masih duduk dibangku SMA, Engkong mengajak Ayah makan soto di depan ruko Harapan baru, namanya Soto Lamongan. Tempatnya sederhana, berbekal gerobak dan bangku panjang dari papan, makanlah Ayah bersama Engkong di kedai soto Ayam, pengalaman pertama inilah yang membuat Ayah berkesan, dengan menu soto campur (nasi dan sotonya dicampur kedalam mangkok), rasa sotonya sungguh berbeda, itulah kali pertama Ayah mencoba soto Lamongan ini.

Sejak saat itu Ayah mulai rutin diajak Engkong menikmati soto Lamongan. Apalagi kalau sudah minggu pagi, biasanya Ayah, Engkong, Pakde Reza dan om Ricky mengkhususkan diri menikmati soto yang satu ini.

Jangan bingung kalo di Ruko Harapan baru, teman-teman tidak menemukan tulisan Soto Lamongan, karena spanduknya bukan soto Lamongan lagi tapi soto Surabaya. Seingat Ayah, perubahan nama soto Lamongan ini dipicu oleh peristiwa bom Bali 1, kok bisa? Apa hubungannya bom bali dengan soto?

Dulu saat kejadian Bom Bali, beritanya benar-benar heboh, hampir semua orang up to date dengan berita yang satu ini. Terutama saat pelaku vom Bali berhasil diungkap Polisi, ada salahsatu pelaku yang kebetulan berasal dari daerah Lamongan. Disinilah peristiwa penggatian nama soto Lamongan berganti menjadi soto Surabaya berasal.

Ayah : Loh kok spanduknya diganti mas

Penjual Soto : Iya Mas, bosen saya ditanya, apa rumahnya deket dengan pelaku bom Bali, nanya ini lah itulah.

Ayah : ooo

Beginilah dahsyatnya pengaruh keburukan, bahkan seorang penjual soto yang tidak tahu menahu tujuan dari pembom bali ikut terkena getahnya, betapa besar keburukan yang disebabkan Bom Bali. Bukankah Islam mengajarkan pentingnya akhlak?
Apakah mungkin agama yang memerintahkan kita untuk menghormati dan berbuat baik kepada kedua orangtua, mengajarkan kita untuk mengebom orang-orang tidak bersalah, membuat orang-orang yang hampir mendapat hidayah menjadi membenci Islam, membuat Muslim dicap teroris, diperlakukan buruk dan masih banyak keburukan-keburukan lain yang diakibatkan peristiwa bom Bali ini.

Jadi ngomongin yang lain, maaf yah teman-teman. biar deh, soalnya sebel aja, karena Islam yang Ayah tau tidak seperti itu (mengajarkan orang jadi Parno)

Apapun tulisan nama soto itu sekarang, Ayah akan tetap mengingatnya sebagai soto Lamongan.

Campur mas, jangan pake kulit ya, itu kata yang biasa Ayah bilang ke penjual soto untuk menu favorit Ayah. Ada beberapa opsi saat menikmati soto Ayam disini, yang pertama adalah menu pisah apa campur, maksudnya nasinya langsung dicampur kedalam mangkok atau dicampur didalam perut atawa dipisah dipiring yang berbeda. Kalau anda telur muda, ati ampela atau ceker bahkan kepala Ayam anda bisa memintanya tapi tentu saja bergantung kepada persediaan.
Terakhir Ayah kesini, Mas penjualnya yang meracik sotonya, hasilnya maknyuss dan yang pasti porsinya banyak, hehehe. Thanks to pak Soto Lamongan.

Soto Bekasi

jadi ngiler, pengen makan soto

Jadi, apa sudah makan soto Ayam hari ini?

Entry filed under: My Lovely food. Tags: .

Nikmat dan pedasnya nasi Bebek Mak Isa Makan lem siapa takut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: