Selamat tinggal bubur ayam, soto ayam, nasi uduk, soto mie

Oktober 1, 2013 at 23:29 Tinggalkan komentar

Jum’at, 30 Agustus 2013
Bermula dari ebook yang diforward om Josi, Ayah sempatkan untuk membaca sekilas tentang OCD (obsessive  corbudzier diet), konsep diet yang dengan menekankan kepada puasa makan dengan aturan tertentu, dan tanpa membatasi jenis makanan yang akan dimakan.

Kayaknya boleh nih dicoba, itulah kata-kata Ayah selesai membaca cepat mengenai OCD. Sudah lama Ayah ingin melakukan diet, namun selalu gagal maning, gagal maning son, selama ini Ayah hanya bisa bertahan 1 minggu saja mencoba tidak makan malam, setelah itu mulai tergoda menikmati makanan dan jajanan yang banyak tersedia dimalam hari.

Dan entah kenapa, isi buku mengenai diet itu pas bener dengan kondisi yang Ayah alami,  tentang gagalnya suatu metode diet, yaitu karena ketidakdisiplinan orang bersangkutan saat menjalani diet. hehehe, ketauan deh. selain itu yang membuat Ayah tertarik dengan diet ini, adalah dia tidak membatasi makanan tertentu, artinya Ayah masih bisa menikmati makanan favorit Ayah

2 September 2013

Hari pertama Ayah ikut-ikutan program OCD. Menskip makan pagi alias tidak sarapan, makan siang seperti biasa pukul 12.00-13.00 dan makan kembali sampai pukul 20.00, jendela makan yang Ayah pilih masih yang terendah yaitu 8 jam.

Ayah pikir, kalau cuma puasa tidak sarapan pagi saja, pasti bisa, wong kalo puasa Ramadhan  tidak makan dan minum sejak shubuh sampai Magrib saja bisa, apalagi cuma sampai jam makan siang, itu kan sama kayak puasanya anak kecil. hehehe, dan lagi saat menjalani OCD Ayah masih boleh untuk minum air putih atau teh tawar, gampanglah. Namun perkataan tidaklah semudah membalikan telapak tangan, dipagi pertama, perut terasa keroncongan. seolah waktu berjalan sangat lama, pukul 10, 11 dan akhirnya berhasil melewati pukul 12.00 siang. dihari pertama ini karena mindsetnya masih belum terbentuk, saat santap siang, Ayah sedikit kalap, selain santap siang yang dibawa dari rumah, Ayah juga menikmati oleh-oleh bawaan teman-teman yang baru selesai melakukan perjalanan dinas. malamnya Ayah makan sebelum pukul 20.00

Makan terasa lebih nikmat
Hari kedua menjalani diet OCD, efek keroncongan tidak terlalu terasa seperti hari pertama, sepertinya si perut mulai terbiasa tidak di isi sarapan di pagi hari. dan saat menikmati santap siang, Ayah merasakan nikmatnya makan siang lebih dari hari-hari sebelumnya, memang makan disaat lapar, makanan jadi terasa lebih nikmat, ini mungkin hikmah yang Ayah dapatkan saat menjalani diet OCD. buat teman-teman yang sudah mulai kehilangan nikmatnya makan, ada baiknya berpuasa, teman-teman akan merasakan nikmatnya makan setelah berpuasa lebih dari biasanya. Hari kedua menjalani diet OCD, berjalan lancar, meskipun masih tetap kalap, hehehehe

Rabu 4 September 2013
Saatnya menghadapi cobaan terberat, diet OCD,  karena hari ini sampai Jum’at, Ayah ada tugas kenegaraan (AKA tugas kantor) ke Makassar. Sudah terbayang nikmatnya makanan khas Makassar, sedikit pesimis bisa tetap disiplin menjalani diet ini.

Menolak sarapan di pesawat
Ujian pertama datang saat berada di dalam pesawat menuju Makassar. “Sarapannnya Nasi goreng atau omelet pak?” Ujar sang pramugari kepada Ayah, dan dengan terbata-bata Ayah menjawab “ngak mbak saya ngak pengen makan”. Yes akhirnya kata-kata tersebut bisa keluar.

??????????

ini dia menu sarapan saat penerbangan Jakarta ke Makassar

Tidak berapa lama setelah paket sarapan dibagikan, ada pramugari lain menawarkan Ayah sarapan kembali (mungkin karena dia melihat hanya di meja Ayah yang kosong), ngak mbak saya lagi ngak kepengin makan, sambil meminta tambahan air mineral.

Makan siang dan malam
Seperti tugas kenegaran (aka tugas kantor) sebelum-sebelumnya, saat makan siang dan malam adalah saat Ayah kalap menikmati santap siang dan malam, tak terkecuali saat kunjungan kali ini. Bak kereta sapu jagat membersihkan sisa-sisa makanan yang dijadikan menu santap siang dan malam. Maklum jika sedang berada diluar kota, hasrat untuk merasakan masakan khas sangat besar, jadi tak bisa menolak untuk kalap saat makan siang dan malam

Ratu gurih

salahsatu menu makan siang saat Ayah berada di Makassar

Menolak sarapan pagi dihotel
Ujian berat diet OCD kembali datang, yaitu tidak ikut sarapan pagi di hotel. padahal, alasan memilih hotel ini selama di Makassar adalah karena menu sarapan paginya oke punya, dan kita bisa tambah sebanyak apapun kita mau. Pagi itu bersama om Sas, dan om Marthin, Ayah ikut turun ke restaurant menemani mereka sarapan, dan Ayah cukup puas dengan dua cangkir sajian teh tawar hangat. Yes bisa melewati ujian terberat lainnya

Teh Tawar

Menghormati tuan rumah
Jum’at, 6 September 2013
Om Birins salah satu teman kuliah Ayah ngajak ketemuan dikantornya. Sesampainya disana tawaran untuk sarapan pagipun diusulkan om Birins, meski sudah menolak, namun dengan alasan menghormati tuan rumah, Ayah ikut sarapan pagi hari ini. Gagal deh OCD hari ini, hehehe

Besoknya setelah kembali dari tugas kenegaraan Ayah dengan tekad yang kuat mengajak bunda berburu timbangan badan, alasan utamanya adalah melihat efektifitas diet yang sedang Ayah jalani. maklum timbangan badan sebelumnya rusak karena tidak sanggup menahan berat badan Ayah, hehehe, ngak dink, timbangannya pecah saat mas Nara dan dede ran rebutan timbangan badan.

Selesai sepedaan, dan mandi pagi, saatnya menimbang badan, dan tak disangka, berat badan Ayah turun lebih dari 3kg.  adalah saat Ayah menyelesaikan puasa Ramadhan sebulan penuh, jujur cukup kaget dan senang dengan hasil timbangan hari Ini. Padahal minggu ini Ayah sering kalap saat makan siang dan malam, dan tidak rutin olahraga kecuali satu hari treadmill selama 20 menit.

Kondisi sama dan timbangan yang sama

Sejak berat badan turun 3kg lebih, Ayah jadi lebih semangat melanjutkan OCD di minggu kedua ini, jendela makan yang diambil masih 8 jam, hanya saja masih sering kalap saat santap siang dan santap malam, ditambah sepeda statis 10 menit hampir setiap hari.

dan saatnya waktu penimbangan tiba, Ayah buat kondisi yang sama saat menimbang, yaitu setelah sepedaan pagi, mandi pagi, dan hanya mengenakan celana pendek saja, tentunya menggunakan timbangan yang sama, dan hasilnya minggu ini Ayah turun 1kg, lumayan lah.

Berat badan naik
Minggu ketiga Ayah masih semangat ikut OCD ini, jendela makan yang digunakan masih sama yaitu 8 jam. diminggu ketiga ini masih sering kalap saat jendela makan, bahkan lebih dari biasanya. dan hasilnya saat menimbang di hari Ahad,berat badan Ayah naik 7 ons, wah gagal nih OCD.

Minggu ke empat turun 1kg, kalap dikurangi

Minggu ke empat mengikuti OCD, masih seperti biasa dengan jendela makan 8 jam, namun saat santap siang dan malam kekalapan dikurangi, hasilnya Alhamdulilah turun lagi 1Kg. minggu kelima naik sedikit, yah kira-kira masih berkisar di berat badan yang sudah turun 4kg lah.

saat ngopi bersama teman-teman kantor, sambil ngobrol-ngobrol, Ayah dan om Josi membahasa mengenai diet OCD ini, kebetulan om Josi Ikut juga program OCD, info yang didapat beliau juga saat ini stagnan di berat badan yang sudah berkurang 4kg, kadang naik, kadang turun, tapi di sekitaran berat badan yang baru. dan setelah ngobrol panjang lebar, sampailah pada kesimpulan kalau berat badannya ingin lebih dikurangi, mungkin kita perlu mengubah jendela makan dari 8 jam menjadi 6 jam, atau 4 jam. dan tentunya exercise yang lebih intensif. Sambil menunggu berjalannya waktu dan mood untuk berubah jendela makan dan exercise, Ayah cukup nyaman dengan kondisi ini, meskipun harus mengucapkan selamat tinggal kepada tukang bubur, soto ayam, nasi uduk, soto mie dan abang-abang yang jualan di pagi hari.

to be continue

NB: untuk foto berat badan, akan di susulkan setelah digit pertama berat badan ayah berubah, hehehehe,

Entry filed under: My Lovely self Improvement. Tags: , .

Ngeblog lewat Android Martabak jamur ala chef Bunda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 679,229 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: