Nambah satu lagi ngak ya?

Agustus 30, 2013 at 08:28 Tinggalkan komentar

2010, lupa tanggalnya euy

Sepulang dari kunjungan ke kantor customer, Ayah dan pak Budar bermaksud menunaikan ibadah Sholat Zhuhur berjamaah. Saat akan Sholat, Ayah dan pak Budar mendapati Imam sudah rukuk, langsung aja Ayah dan pak Budar mengikuti sang imam.

Sampai diakhir sholat, timbul pertanyaan nambah satu lagi ngak ya? Ayah bingung, rakaat pertama tadi dihitung satu rakaat atau tidak. Karena ragu, Ayah putuskan untuk tidak memasukkan satu rakaat yang pertama, jadi deh Ayah tambah satu rakaat lagi.

Selesai menunaikan sholat, Ayah dapati om Budar sudah menyelesaikan dzikirnya, sepertinya beliau tidak menambah rakaat (aka rakaat pertama saat kita mendapati imam rukuk terhitung satu rakaat).

Ayahpun bertanya ke om Budar, perihal mendapati imam sedang rukuk, kata beliau jika mendapati imam rukuk, maka terhitung satu rakaat. Sambil mencari-cari dalil tentang hal tersebut, Ayah ikuti informasi dari om Budar.

Setelah cari-cari di internet, Akhirnya Ayah menemukan informasi mengenai sholat berjamaah dan saat akan memulai ikut, imam sudah dalam kondisi rukuk. Ada dua pendapat mengenai hal ini yaitu :

Start quote—————
PENDAPAT PERTAMA

Mendapatkan raka’at. Karena ma’mum masbuq (terlambat) dapat raka’at, jika dia mendapatkan ruku’ bersama imam, sebelum imam menegakkan tulang punggungnya.Ini merupakan pendapat mayoritas ulama Salaf (dahulu) dan Khalaf (yang datang kemudian). Demikian juga pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal, serta disepakati para pengikut madzhab empat. Hal ini juga diriwayatkan dari para sahabat: Ali, Ibnu Mas’ud, Zaid, dan Ibnu Umar. Pendapat ini juga dirajihkan oleh Imam Ibnu Abdil Barr, Imam Nawawi, Ash Shan’ani, Asy Syaukani pada pendapat kedua, Syaikh Bin Baaz, Syaikh Al Albani dan lainnya. [1]Pendapat inilah yang lebih kuat, insya Allah.Adapun diantara dalil-dalil pendapat ini ialah:Hadits dari Al Hasan:Dari Abu Bakrah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa dia sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau sedang ruku’, lalu dia ruku’ sebelum sampai ke shaf (lalu dia berjalan menuju shaf). Kemudian dia menyebutkan hal itu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas beliau bersabda, “Semoga Allah menambahkan semangat terhadapmu, dan janganlah engkau ulangi.” [HR Bukhari, no. 783. Tambahan dalam kurung riwayat Abu Dawud no. 684]

PENDAPAT KEDUA

Tidak mendapatkan raka’at. Karena ma’mum masbuq (terlambat) mendapatkan raka’at, jika dapat membaca Al Fatihah, atau mendapatkan imam berdiri sebelum ruku’.Di antara dalilnya ialah:Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamTidak (sah atau sempurna) shalat bagi orang yang tidak membaca fatihatul kitab. [HR Bukhari, no. 756; Muslim no. 394; dan lainnya dari Ubadah bin Ash Shamit].Diantara ulama yang berpendapat demikian ialah Imam Bukhari, Ibnu Hazm, dan satu pendapat dari Asy Syaukani. [8]Walaupun hadits ini shahih, namun tidak dapat dipakai sebagai dalil dalam masalah ini. Karena dalil-dalil dari pendapat pertama secara tegas menunjukkan, bahwa ma’mum yang mendapatkan imam ruku’, berarti ia mendapatkan raka’at tersebut. Wallahu a’lam.Dengan keterangan di atas nampaklah, bahwa pendapat pertama lebih kuat. Wallahu a’lam.Adapun hadits yang disangka diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikutDari Uqbah bin Amir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau mendapatkan orang-orang sedang ruku’, hal itu tidak dihitung raka’at.”

———-End quote
Untuk detailnya bisa dilihat di Sumber : http://sholat.wordpress.com/2011/08/13/apakah-mamum-masbuq-mendapatkan-rakaat-ketika-mendapati-imam-sedang-ruku/

Ayah sendiri lebih cenderung ke pendapat pertama dimana mengikutsertakan rakaat saat mendapati imam sedang rukuk (tidak menambah rakaat).

Sekarang ini, ketika mendapat informasi, terutama tentang ibadah dalam Islam, sebisa mungkin Ayah cari dalil (hadist, atsar, jumhur ulama/mayoritas ulama) dari beberapa sumber. Setelah mendapatkan dari beberapa sumber, Ayah pilih yang dalilnya paling kuat (dicontohkan Rasullulah dan para shahabat Radiallahhuanhum). Jika tidak mendapatkan informasi, atau sumbernya masih meragukan, Ayah akan tanyakan kepada ustadz yang mengisi kajian-kajian ilmu.

Entry filed under: My Lovely Islam. Tags: , , .

China day 2, Wuxi-Shuzhou Coto, Konro, saya kembali lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: