Kakek Tua penjual oncom

Mei 26, 2013 at 06:35 Tinggalkan komentar

28 April 2013

Seperti rutinitas diminggu pagi, selesai berolahraga pagi bersama Bunda dan banyak warga Depok lainnya di Universitas Indonesia, Ayah mulai mempersiapkan SX125 untuk mengantar Bunda ke pasar Depok jaya. Untuk kebutuhan rutin seperti ikan, Ayam, daging, telur dan sebagian sayur mayur De Saputro memang biasa berbelanja mingguan.

Kebetulan untuk aktivitas belanja kali ini Mas Nara tidak ikut mengantar, jadi deh Ayah didaulat jadi asisten Bunda untuk bawa-bawa belanjaan, tentunya dengan iming-iming semangkuk bubur sum-sum, hehehe.

Pasar depok Jaya

Pasar Depok Jaya, tempat De Saputro berbelanja

Sampai ditempat penjual sayur langganan Bunda, seperti biasanya lapak sayur ini cukup ramai, seringkali beberapa pembeli yang akan melewati jalan didepannya harus menuggu untuk lewat bergantian, Ayah sendiri memilih untuk menunggu ditempat yang tidak terlalu ramai, kebetulan ada sedikit space di depan penjual tape. Segera saja Ayah book tempatnya, dan menuju kesana hehehehe. Sambil mendengarkan percakapan penjual tape, bawang dan bumbu giling, Ayah ambil handphone, siapa tau ada pesan penting yang perlu dijawab, atau browsing melihat berita terbaru atau sekedar membaca status teman-teman di media sosial, atau menulis inspirasi yang terkadang muncul dari mendengar percakapan penjual-penjual dipasar.

Sedang asik baca status teman-teman di HP, baru ngeh kalau didepan toko sayur langganan Bunda adalah toko pak tua yang menjual oncom dan tauge, tapi dimana beliau? kok tidak ada, hanya ada penjual tempe saja.

Lapak Penjual Tempe

Lapak penjual Tempe

Dulu sebelum mas Nara rutin ikut menemani ke Pasar, Ayah selalu menjadi asisten Bunda, menemani Bunda kebagian pasar paling dalam, ke penjual ikan, penjual daging, dan penjual Ayam Hehehe, dan tentu saja ke tempat kakek tua penjual oncom. setiap minggu, Ayah biasanya meminta agar Bunda membelikan oncom di tempat Kakek penjual oncom ini, oncom ini kemudian diolah dijadikan camilan oncom goreng, rasanya maknyuss

Oncomsalahsatu oncom yg di jual dilapak pak Tua

Biasanya beliau sharing lapak jualannya bersama penjual tempe, mungkin beliau kerabatnya, mungkin hanya hubungan bisnis semata agara cost sewa bisa dibagi 2, atau alasan lainnya, entahlah, yang jelas kakek tua penjual oncom kini sudah tidak menggelar dagangannya lagi.

Seringkali setiap melihat pedagang tua yang masih menjajakan dagangannya, Ayah merasa Kagum sekaligus merasa kasihan. Kagum karena semangatnya yang tak padam meski raganya sudah tak sekuat dulu kala dan Kasihan karena dimasa tuanya Beliau masih harus berjuang demi memenuhi nafkahnya, mudah-mudahan Alloh SWT memudahkan usahanya dan memberi hidayah kepadanya

Pak tua penjual mainan

Kakek Tua penjual mainan

Bercerita tentang Kakek tua penjual oncom Ayah jadi teringat Almarhum Mbah Buyut, meskipun tubuhnya sudah renta, Mbah Buyut selalu memasakkan kami cicit-cicitnya makanan rumah yang nikmat dan sehat dengan semangat, Semoga Alloh SWT melapangkan kuburmu sampai hari pembalasan.

Sudahkah teman-teman menghormati dan memuliakan orangtua disekitar?

Entry filed under: My Lovely Uncategorized. Tags: , .

Kok ngak bisa diputar ya Nasi Instan, bolehlah sekali-kali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: