China Day 1, Shanghai noon, Shanghai night

April 23, 2013 at 14:02 1 komentar

Shanghai Here We come

27 February 2013

07.36 waktu shanghai, sampailah pesawat GA 894 yang kita tumpangi di China, tepatnya kota Shanghai, setelah keluar dari pesawat, udara dingin sudah mulai terasa, banyak penumpang yang sudah memakai winter coat, tak ketinggalan, Nara, Ayah dan Bunda pun ikut memakai winter coat.

China-shanghai3

Sampai di Bandar udara Shanghai, foto dulu di dekat pintu keluar kereta cepat China Maglev

Selesai urusan bagasi, rombongan tour kita sudah dijemput local guide, namanya Lao ying (artinya : marga Yin yg sudah tua), orangnya seru, dan suka humor. pak Lao ying ini lah yang akan menemani rombongan tour kita beberapa hari kedepan.

??????????

Ini dia fotonya, lucukan orangnya?

Selesai makan pagi, dan memasukkan tas kedalam bus, dimulailah jalan-jalan kita di pusat ekonomi China ini. Tujuan pertama kita adalah Chenghuangmiao market.

China-Shanghai5

Chenghuangmiao market

Gimana, sudah kelihatan kan negeri tirai bambunya, oh iya, didalam kompleks Chenghuangmiao ini ada Yuyuan Garden. berhubung waktu kunjungan ke tempat ini hanya sebentar saja, jadi tidak sempat masuk ke dalam Yuyuan Garden, padahal hari ini ada promo masuk Yuyuan garden gratis. Sebelum kunjungan dipasar ini berakhir, rombongan kita diberi kesempatan untuk membeli pernak-pernik khas China di toko yang di rekomendasikan local Guide kita.

China-Shanghai1

beberapa pernak pernik yang berhasil didapatkan di Chenghuangmio market

berhubung waktu makan siang sudah tiba, Local Guide kita mengarahkan kita untuk kembali ke Bus untuk selanjutnya menuju restaurant, untuk makan siang.

China-Shanghai2

ini dia restaurant tempat kita makan siang hari ini, dan untuk beberapa hari kedepan, beginilah model meja yang akan ditemui di setiap makan siang  dan makan malam (model Putar).

Derun jewelry

Setelah perut terisi, perjalanan dilanjutkan kembali, kali ini tujuan yang akan dikunjungi adalah tempat pengelolaan Mutiara air tawar, bernama Derun Jewelry.

Sampai di lokasi, Ayah bertemu beberapa traveler asal Indonesia lainnya yang baru saja menyelesaikan kunjungannya di tempat ini. rombongan kita dituntun menuju ruangan yang ada tempat duduknya, pada bagian depan ruang ini ada meja yang berfungsi untuk demonstrasi yang pastinya berhubungan dengan Mutiara.  dan benar, tidak menunggu lama masuk lah beberapa orang yang menjelaskan perihal Mutiara air tawar, diantaranya adalah

– Garis yang ada pada kerang

Jika diperhatikan pada penutup kerang, ada garis-garis yang ternyata menandakan umur dari kerang tersebut, pada Demonstrasi ditunjukkan kerang dengan 4 garis, ini berarti kerang tersebut sudah 4 tahun. Kemudian peraga bermaksud membuka kerang tersebut dan meminta rombongan kita menerka, ada berapa mutiara didalam kerang tersebut, dan yang bikin seru, peraga yang ternyata anak dari pemilik toko tersebut, menjanjikan hadiah yang terkaannya paling mendekati. dan setelah kerang tersebut dibuka, isinya berjumlah 29 mutiara. dan ternyata ukuran mutiara yang ada didalam kerang tersebut berukuran kecil. dan menurut peraga mutiara dengan ukuran kecil seperti ini tidak bisa digunakan untuk perhiasan, tapi digunakan untuk dibuat kosmetik.

– Membedakan Mutiara asli dan palsu

Selain menunjukkan dan menginformasikan jumlah garis pada kerang, peraga juga memberikan informasi cara membedakan mutiara asli atau palsu, caranya adalah dengan menggosokan kedua mutiara, kalau berasa ada gesekan, berarti mutiaranya asli, atau bisa juga digosokan dengan gigi, atau menggosokan dengan kaca, jika ada bubuk warna putihnya, berarti mutiara tersebut asli. Menurut peraga dari semua mutiara air tawar, yang paling bagus adalah mutiara warna emas, karena jarang mutiara air tawar yg menghasilkan warna emas.

Ternyata wisata ke negeri China, sudah terintegrasi dengan tempat-tempat komersil seperti ini (sepertinya sudah ada kerjasama, atau Pemerintah mewajibkan paket wisata, bersamaan dengan kunjungan ke toko/tempat komersil milik pemerintah). Sisi positifnya adalah konsumen diberikan ilmu membedakan mutiara asli dan mutiara palsu, selain itu toko atau tempat komersil yang dikunjungi ini bisa menjual produknya langsung ke konsumen, dan kebanyakan konsumen yang berasal dari Luar negeri, ini artinya Devisa bagi negara ini. Mungkin metode wisata ini patut dicontoh oleh negara kita, misal kunjungan ke tempat pembuatan batik yang terintegrasi dengan paket wisata, atau pembuatan kerajinan tangan lainnya, karena selain bisa meningkatkan pendapatan penduduk Indonesia, juga bisa mendatangkan Devisa secara langsung.

Setelah penjelasan oleh peraga toko ini, rombongan kita dipersilakan melihat produk pengelolaan mutiara ini, jika tertarik bisa langsung membelinya. Ternyata dengan metode penjelasan ini, banyak dari rombongan yang tertarik untuk membeli. Kalau Ayah pribadi kurang tertarik dengan mutiara air tawar, karena lebih cantik mutiara air laut yang ayah jumpai di Lombok. Kalau saja wisata di Lombok dibuat paket Wisata seperti ini, tentu kesempatan menjual produk ke turis-turis mancanegara semakin besar. karena Mutiara air laut lebih indah dari pada mutiara air tawar.

China-Shanghai6

Penampakan Derun Jewelry

The Bund

Oke, kunjungan ke tempat pengolahan mutiara air tawar selesai, selanjutnya kita diajak ke Icon kota Shanghai yaitu the Bund. kalau ke Beijing tidak sah kalau tidak ke Tembok China atau Greatwall, begitupun Shanghai, belum ke pusat ekonomi China kalau belum mengunjungi The Bund. di The Bund ini, kita bisa foto-foto dengan latar Puxi (kota lama) yang banyak gedung-gedung tua, mirip di Eropa . dan sisi seberang sungai Huangpu daerahnya disebut Pudong (disini letaknya kota modern, bangunan pencakar langitnya buanyak).

China-Shanghai7 the Bund

Foto di the Bund, degan latar Puxi dan Pudong, shanghai here we come.

Hillmann

Selesai foto-foto, Local Guide mengarahkan kita untuk kembali ke Bus, karena kita akan pergi ke tempat pembuatan pisau, namanya Hillmann. kalau dikaitkan dengan legenda golok pembunuh naga, sepertinya Golok pembunuh naga dibuat di tempat ini, hehehehe, jangan serius gitu donk.

 China-Shanghai8Ternyata disinilah pembuatan golok pembunuh naga,

Seperti kunjungan di tempat pengolahan mutiara, disinipun, ada beberapa peraga yang memperagakan keungggulan pisau yang di jual disini. selain berbagai jenis pisau, disinipun di jual alat cukur jenggot dan kumis, yang pada peragaannya alat cukur tetap berfungsi meskipun terendam air, ada juga kaos kaki, kain lap dan celana yang terbuat dari serat bambu yang pada demonstrasi lebih unggul dibanding serat kapuk.

disinilah Ayah mendapat pisau sulap seharga 10 Yuan, ini dia pisaunya (yang warna hijau), kalau pisau yang kecil didapatkan dari local guide kita pak Lao Ying yang berhasil membujuk pemilik usaha pisau ini.

China-Shanghai13

pisau sulap, biasa ayah gunakan untuk mengupas kulit apel, kulit jambu, kulit pepaya dan lain-lain.

Huangpu cruise

Selesai mengunjungi pabrik pembuatan golok pembunuh naga, Pak Lao Ying menanyakan apakah kita ingin menikmati cruise di sungai Huangpu? dan kontan rombongan kita menganggukan kepala, seraya berkata ya.

China-Shanghai9

salah satu Huangpu bridge, lebar kan sungainya

Sungai Huangpu, adalah sungai yang berada di tengah kota Shanghai, di salahsatu sisi (Timur) dinamakan Pudong, kawasan ini bisa di bilang kota modernnya, banyak gedung pencakar langit salahsatunya tertinggi ke tiga yang berada dikawasan ini, dan sedang dibangun juga gedung pencakar langit yang lebih tinggi, mungkin bisa jadi tertinggi kedua atau pertama, who knows, perkembangan ekonomi di Shanghai begitu pesat. Sedangkan di sisi barat kawasan ini disebut Puxi atau kota tua, ciri khasnya adalah bangunan-bangunan lama, kalau anda berada di kawasan ini, anda seperti berada di Eropah.

China-Shanghai10

Huangpu cruise, unforgettable moment

Sebenarnya waktu untuk dapat cruise di Huangpu sudah mepet, namun karena driver bus kita piawai, dan Walikota Shanghai memberikan prioritas kepada rombongan (ini yang selalu di buat humor oleh pak Lao Ying), sampailah kita di tempat untuk naik kapal. Brrrrr, cuaca malam di Shanghai masih dingin, apalagi kita berada di kapal, jadi fotonya sambil menggigil, hehehehe, untungnya bawa Nikon P310, jadi hasilnya masih tetap ciamik.

Waktu cruise di Huangpu river sekitar 30-60 menit, kapal mulai berlayar kemudian berputar arah dan kembali lagi ketempat semula, beberapa kali kita melihat kapal lain yang ikut bercruise ria, dengan lampu yang gonjreng.Dinginnya cuaca di atas kapal, tidak membuat orang-orang patah arang untuk berfoto-foto, karena sesekali kita bisa masuk ke bagian tengah yang hangat. jika sudah hangat, kita bisa keluar lagi untuk berfoto-foto. untuk yang datang ke Shanghai, anda harus mencoba cruise ditengah sungai ini.

Nanjing road

Puas menikmati Huangpu Cruise dimalam hari, Pak Lao ying local guide yang humoris, menuntun kita menuju restaurant yang sebelumnya dilewati saat akan menaiki kapal, Waktunya makan malam, dan seperti makan siang, meja makan yang digunakan adalah meja yang bisa berputar, tentunya dengan bantuan sumpit & mangkok ala orang China.

Setelah perut terisi, rombongan kita langsung diantar menuju jalan Nanjing (Nanjing road), bus akan menunggu di dekat Giordano diberikan waktu sekitar 1 jam. Jalannya cukup lebar dengan di kanan-kiri jalan ini ada banyak toko-toko barang bermerk, ada juga kereta seperti trem yang lalu lalang, sepertinya untuk mengantar pejalan kaki yang tak ingin lelah berjalan di sepanjang jalan ini. jalannya ramai sekali, bahkan menurut local Guide kita Lao Ying, saat malam tahun baru China, jalan ini sangat padat.

China-Shanghai11

Tips dari pak Lao Ying yang paling diingat saat mengunjungi area ini, khususnya bagi laki-laki, yaitu akan ada banyak yang menawarkan jasa “plus-plus”, jangan percaya  dengan tawaran ini. dan benar saja tidak berapa lama di Nanjing road sudah ada orang yang menawarkan jasa ini, hehehehe.

Berhubung cuaca malam ini cukup dingin, dan Nara kelihatan sudah lelah, akhirnya Nara, Ayah dan Bunda kembali ke dalam Bus untuk menghangatkan diri, dan beristirahat, sambil menunggu peserta lainnya kembali ke Bus.

Free wifi

Setelah jumlah rombongan komplit, jalanlah kita menuju Hotel untuk istirahat, hotel kita bernama Ramada, hotel yang cukup nyaman

China-Shanghai12

Ramada Hotel

Sejak meginjakkan kaki di China, Ayah sudah aktifkan layanan roaming dari selular yang ayah gunakan, tapi entah kenapa tidak berhasil dapat layanan data, untungnya di hotel tempat kita menginap ada wifi gratisan, jadi deh malam hari bisa bebas berselancar ria dan bersapa dengan teman-teman di Indonesia. Thanks Ramada Hotel

Tobe continue

Hampir 2 bulan , akhirnya bisa juga memposting jalan-jalan ke China, struktur masih acak-acakan, masih akan di revisi, mudah-mudahan diberi kemudahan untuk menulis edisi lanjutannya.

Entry filed under: My Lovely Family, My Lovely Journey. Tags: , , , , , , , .

Ini pengalamanku, bagaimana pengalamanmu? Kapan kamu berdo’a ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 679,229 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: