Buat rencana keuangan yuk

April 5, 2013 at 10:24 Tinggalkan komentar

End of October 2016

Semakin lama jadwal pendaftaran sekolah semakin tahun semakin awal, kalau dahulu tahun 2012 edaran melanjutkan sekolah mulai dibagikan dibulan December, tahun 2016 ini edaran pengumuman melanjutkan sekolah sudah dibagikan akhir October.

edaran kali ini terkait proses kenaikan jenjang pendidikan Dede Ran dari TK B ke SD, dan sekarang masuk SD dari TK 29jt, waw waw waw, namun berhubung Dede Ran berasal dari TK yang yayasannya sama bayaran masuknya menjadi 27.5jt

Mid December 2012

Ayah dan Bunda mendapat edaran surat pernyataan, dari sekolah mas Nara, mengenai ” Apakah Mas Nara melanjutkan ke Jenjang berikutnya (TKB) di sekolah yang sama” bersamaan surat pernyataan tersebut, disertakan juga biaya yang mesti dikeluarkan serta iuran perbulan. dan tanpa berpikir lebih panjang, ayah dan Bundapun mengisi surat penyataan akan melanjutkan ke Jenjang pendidikan yang lebih tinggi (TKB). Memang dari awal, Ayah dan Bunda sudah berencana menyekolahkan Nara disekolah yang sama dari jenjang TKA sampai SD, adapun untuk SMP, dan SMA belum direncanakan.

Saat pembayaran iuran dan uang kenaikan jenjang, Ayah coba mencari selebaran mengenai biaya masuk jenjang SD disekolah mas, kebetulan masih ada beberapa selebaran, saat melihat biaya masuk SD cukup kaget juga, biaya masuk sekolah yang tahun sebelumnya 17,5jt naik menjadi 20 jt, kalau dihitung dari prosentase, hanya dalam waktu satu tahun biaya masuk SD di sekolah mas, naik sekitar 14%.

Berikut summary biaya jenjang TKA sampai SMP di sekolah mas sekarang ini.

Tabel Jenjang dan Biaya Masuk

Tabel jenjang, biaya masuk dan tahun ajaran

Mudah2an bisa Ayah update sampai level universitas,

Melihat besarnya biaya pendidikan, Ayah yang sebelumnya menabung tanpa rencana, mencoba merevisi format tabungan yang Ayah buat. sejak tahun 2007, Ayah dan Bunda sebenarnya sudah mulai menabung untuk pendidikan Nara dan Dede Ran, namun tidak pernah menghitung secara detail, apakah tabungan tersebut cukup.

Selain tabungan rutin, Ayah dan Bunda juga mengalokasikan tabungan jika dapat tambahan rezeki seperti bonus, THR, gaji ke 13 atau SPJ, sebisa mungkin akan ditabung, jika nilainya sudah cukup untuk membeli LM (logam mulia), maka uang tabungan akan di tabungkan dalam bentuk LM.
Begini nih format tabungan pendidikan Ayah yang baru

Tabungan

Kapan dana tabungan tersebut dibutuhkan

Sebisa mungkin saat akan memasuki tahun ajaran baru, itulah target uang tabungan yang mesti disediakan. Misal untuk juli tahun 2014, Mas Nara akan masuk jenjang SD dan dede Ran akan masuk playgroup, 6 bulan sebelum bulan juli, tepatnya awal Januari (kenapa januari? karena pengalaman Ayah dan bunda saat mencari sekolah mas, orang tua sudah mulai cari-cari sekolah diperiode ini, beberapa sekolah bahkan mengadakan program trial. disekolah mas saja orang tua murid TKB, sudah mulai di berikan edaran kenaikan ke jenjang SD per Desember, jadi agar tidak kehabisan kuota, tidak ada salahnya kan mempersiapkan uang tabungan diawal, toh kalau tidak terpakai, uangnya di simpan saja sampai saatnya dibutuhkan)

Perjanuari 2014, untuk Estimasi biaya masuk jenjang SD mas Nara: 22.8jt dan estimasi biaya masuk playgroup Dede Ran: 6jt, estimasi totalnya menjadi 28.8 jt. namanya estimasi bisa kurang, bisa lebih, kalau lebih, sisanya ditabung untuk jenjang berikutnya, kalau kurang cari tambahan kanan-kiri, atau kalau tambahannya dirasa memberatkan, ganti sekolah dengan biaya yang masuk kedalam range pendapatan kita.

Tabungan rencana pendidikan, tidak hanya untuk jangka pendek saja, tapi sampai rencana jenjang terakhir anak kita bersekolah terakhir , misal perguruan tinggi, atau S2.

Ngomong-ngomong rencana tabungan pendidikan, jangan hanya fokus dengan biaya masuknya saja, tapi iuran rutinnya juga turut di perhitungkan, karena kalau tidak diperhitungkan, tiap bulan bisa-bisa defisit anggaran.

Berikut yang termasuk biaya rutin
1. Iuran sekolah
2. Catering
3. Transportasi/Jemputan
4. Uang kos (jika sudah SMA/kuliah dan tinggal dikota yang berbeda)
5. Uang jajan/uang makan (mulai kelas berapa ya, mulai dikasih uang jajan)

Untuk biaya bulanan ini, sebaiknya dimasukkan kedalam biaya rutin bulanan, karena aplikasinya lebih mudah, namun jika pos ini sulit dimasukkan di biaya rutin bulanan, biaya ini bisa dimasukkan kedalam kedalam tabungan rencana pendidikan. Caranya dengan menghitung total biaya bulanan ini selama jenjang yang akan ditempuh kemudian ditambahkan dengan biaya pertama kali masuk.

Ayah sendiri hampir saja mengalami defisit anggaran tiap bulan, karena Ayah hanya memasukkan komponen SPP saja, sedangkan transportasi/jemputan, catering dan pendamping jemputan tidak dimasukkan. Untungnya saat merancang rencana keuangan ada sedikit dana yang belum ada postnya, jadi tiap bulan tidak terjadi defisit anggaran, Alhamdulillah.

Sebagai gambaran biaya rutin bulanan,berikut biaya bulanan untuk jenjang TKA disekolah mas.
SPP : 345rb
Jemputan : 81rb
Catering : 65rb
Pendamping jemputan :15rb
Total : 506rb
Cukup besar kan
– Untuk SPP sendiri pertahun ajaran 2013-2014 akan naik menjadi 385rb, mudah2 an biaya lainnya tidak ikut naik

Jenjang TKA (2015)
SPP : 500rb

Jenjang SD kelas 2 (2015)
SPP :

– Untuk biaya jemputan, kebetulan jarak rumah kesekolah mas Nara cukup dekat dan mas hanya ikut jemputan saat pulang sekolah saja, makanya biayanya tidak terlalu besar.

Berapa besaran biaya pendidikan yang mesti dialokasikan?
Tentunya berbeda untuk masing-masing keluarga, idealnya biaya yang dialokasikan, harus cukup untuk mengcover biaya pendidikan Anak kita setiap naik jenjang, (gunakan tabel di spreadsheet untuk menghitung biaya yang dialokasikan, tentunya dengan informasi estimasi biaya pendidikan ditahun anak kita nanti masuk ke jenjang pendidikan, misal masuk perguruan tinggi sekarang 100jt, mungkin 12 tahun lagi menjadi 500jt atau bisa jadi 500rb, karena pemotongan 3 digit nol, hehehehe). berapapun nilai yang dialokasikan, alokasikan sedini mungkin, karena semakin dini kita alokasikan, biaya yang bisa di cover semakin besar.

Agar bisa rutin menabung dalam jumlah tertentu, menabunglah diawal bulan (saat gaji baru diterima), jangan diakhir bulan mengharapkan sisa penghasilan. Ayah sendiri dulu sering berencana jika ada sisa, ayah akan menabung, nyatanya selalu saja uang habis digunakan. Jika anda termasuk yang susah konsisten dalam menabung, ada baiknya ikut program tabungan rencana, saat ini banyak Bank-bank yang menyediakan layanan ini, ayah sendiri ikut tabungan rencana ini, menggunakan layanan ini, kita bisa mengatur, agar tabungan bisa langsung di otodebet disaat kita baru menerima gaji.

Inflasi?

Jangan terlalu khawatir dengan inflasi, khawatir boleh saja, namun jangan sampai menghambat kita menyisihkan sedikit penghasilan kita untuk tabungan pendidikan anak-anak kita. seperti ayah Nara informasikan, semakin dini kita menabung, maka biaya yang bisa di cover semakin besar, jika anda khawatir dengan inflasi, mungkin trik Ayah Nara bisa di tiru, yaitu, buat tabungan rencana per 1-2tahun, jika uangnya belum terpakai, belikan Logam mulia (LM). Pengalaman Ayah Nara nilai Logam mulia cenderung tidak tergerus inflasi.  Jika butuh dana untuk pendidikan, Logam mulia bisa kita jual ke saudara, rekan atau bisa ke toko yang menyediakan layanan jual-beli LM, tentunya dengan harga yang tidak tergerus inflasi

Selamat menabung…

Entry filed under: My Lovely Family. Tags: , , , .

Ready for vacation are you? Ini pengalamanku, bagaimana pengalamanmu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: