ke Belitong aku kan kembali

April 14, 2012 at 12:25 Tinggalkan komentar

Setelah beberapa kali melihat scene film laskar pelangi dan sang pemimpi, Ayah terkagun-kagum dengan keindahan pantai beserta batu granit yang ada di kedua film tersebut. Kebetulan dalam waktu dekat akan ada on job training di pulau Belitong, jadi Ayah bisa melihat langsung keindahan pantai yang dipuji-puji om Ucin.

13 Dec 2010
Hari yang ditunggu-tunggupun tiba, hari ini Ayah, om Sas, om Arie beserta tante Fitri menuju pulau belitong.

Sesampainya di bandara H.AS.Hanandjoeddin Ayah, om Sas, om Arie dan tante Fitri, disambut om Edeng. Om Edeng inilah yang dalam beberapa hari kedepan mengantarkan Ayah dan teman-teman menikmati keindahan pulau Belitong.

sampai di bandara H.AS.HAnandjoeddin

Setelah meletakkan barang bawaan di bagasi mobil, Ayah dan teman-teman mencari penginapan, ada beberapa kandidat penginapan yang di croscheck, namun karena alasan ekonomis (room rate yang murah) dan fasilitas yang berada dipinggir laut, terpilihlah hotel pondok impian sebagai tempat Ayah dan teman-teman menginap. Informasi untuk rekan-rekan yang akan menuju pulau ini, beberapa hotel sudah menjalin kerjasama dengan beberapa travel agent, sehingga akan lebih murah jika kita memesan melalui travel agent dibandingkan bila memesan sendiri. Jadi jika ingin berlibur ke sini, lebih baik booking melalui travel agent, salah satu yang direkomendasikan om Ucin adalah belitungisland, om Edeng, driver yang mengantar kitapun di booking melalui travel agent ini.

Tanjung tinggi
Selesai makan siang dan memesan kue untuk acara training besok Ayah, om Sas, om Arie dan tante Fitri meluncur ke salah satu lokasi syuting Laskar Pelangi, Tanjung tinggi. Lokasi ini dipilih karena lokasinya tidak jauh dari tanjung pandan.

Tidak sampai 30menit, Ayah dan teman-teman Ayah sudah sampai di lokasi ini,hamparan pantai eksotis yang ditemani batu-batu granit menambah pemandangan semakin indah saja

Gimana Indahhh kan

Melihat banyaknya batu granit besar-besar, timbul pertanyaan bagaimana ceritanya batu-batu sebesar itu bisa sampai kesini. Sesi foto-fotopun segera dimulai

selesai sesi foto-foto, Ayah dan teman-teman tidak tahan untuk segera mengguyur jernihnya air laut ketubuh ini, byurr, Ayah,om Sas, om Arie dan tante Fitri berenang-renang di pantai tanjung tinggi.

Vandalisme
Selesai berenang, sesi foto-foto dilanjutkan, benar-benar indah hiasan batu granit yang besar-besar ini, namun sayang oh sayang keindahan batu-batu granit ini tercemar oleh perbuatan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, mengotori lukisan alam batu- batu ini dengan cat semprot.

Selesai foto-foto, badan ini mulai terasa lelah, butuh rehat sejenak sepertinya,sambil mengganti pakaian dan sholat ashar, tidak lupa. Ayah dan teman-teman memesan kelapa muda. Jadilah selesai menunaikan sholat Ashar, ditemani semilir angin pantai dan deburan ombak, Ayah dan teman-teman menikmati segarnya kelapa muda.
– Kelapa muda: 7000

Tanjung kelayang
Berhubung waktu sudah mulai menjelang malamz, diantar om Edeng, Ayah, dan teman-teman kembali ke penginapan. belum lama Ayah berkendara, om Edeng menawarkan “apa mau mampir ke tanjung Kelayang”. Menurut om Ucin, tempat ini adalah salah satu spot untuk penyebrangan ke pulau kecil, seperti pulau lengkoas, berhubung stay Ayah dibelitung ini di reschedule menjadi 2 hari, tanpa keraguan Ayah segera menganggukan kepala untuk menuju ketempat ini. Maklum kesempatannya terbatas.

Tidak berapa lama, Ayah dan teman-teman sampai di tanjung kelayang pantai dengan pasir putih ditemani pemandangan pulau yang di tengahnya terdapat batu dengan bentuk seperti burung garuda.


Berbeda dengan pantai ditanjung tinggi, jika di tanjung tinggi tidak dijumpai perahu nelayan, dipantai ini banyak terdapat perahu nelayan. Menurut informasi dari om Edeng, perahu ini bisa disewa untuk menyebrang kepulau kecil lainnya, ongkos sewa perahu 300rb. Wah mahal juga apalagi jika dibandingkan biaya menyebrang ke Gili trawangan yang hanya 10rb rupiah (yang ingin baca pengalaman Gili trawangan bisa dibaca disini). Mungkin Ini bisa menjadi pertimbangan rekan-rekan. jika mau ke pulau ini sebaiknya booking paket lewat travel agent, supaya waktu kita tidak terbuang untuk mencari dan menawar sewa perahu, selain itu travel pasti membookingkan satu perahu untuk beberapa orang jadi secara tidak langsung kita sharing cost untuk sewa perahu, jadi bisa lebih hemat.

Oleh-oleh
Selesai hari training pertama, Ayah minta tolong om Edeng untuk diantar ke toko yang menjual souvenir ciri khas pulau ini. Tanjung outlet 48A, toko yang berada dijalan jendral sudirman dipilih om Edeng sebagai tempat Ayah, om Sas,om Arie dan tante Fitri untuk mencari souvenir. Ditoko ini bisa dijumpai berbagai souvenir khas pulau ini, Kaos dengan tulisan dan gambar pulau belitung, batu satam asli yang kecil-kecil, dan miniatur batu satam, topi, dan yang lain-lainnya. Harganya pun cukup terjangkau, kaos untuk anak- anak bervariasi 22rb-50rb rupiah, kaos dewasa : 31rb murahkan?

Kuliner
Tidak seru rasanya ke suatu tempat, tanpa menikmati masakan khas tempat tersebut. Apalagi masakan tersebut tidak tersedia ditempat lain, dimalam kedua Ayah, dan teman-teman diantar om Edeng menuju restoran sari laut untuk menikmati hidangan laut khas pulau Belitong. Sesampainya di rumah makan sari laut, Ayah mengusulkan untuk memesan makanan yang jarang dijumpai di Jabotabek. Akhirnya diputuskan untuk memesan gangan ketarap, ikan ilak bakar, kangkung polos, cumi asam manis dan otak-otak. Untuk minumnya kita memesan jeruk hangat.

Gangan ketarap
Ini adalah makanan khas pulau belitong, yaitu kepala ikan karang yang disajikan dengan kuah berwarna kuning dan potongan Nanas di kuahnya. Menurut informasi dari om Edeng, ikan yang digunakan untuk makanan khas ini dibuat dari ikan karang, bagian tubuh ikannya banyak digunakan sebagai bahan dasar bakso ikan, sedangkan kepalanya dibuat menjadi gangan ketarap. Nanas yang dicampur kedalam kuahnya selain memberikan citra rasa asam, juga sebagai penghilang bau amis dari ikan. Harga seporsi makanan ini adalah 75rb rupiah, untuk 4-5 orang

Ikan ilak bakar, kalo kata om edeng ini nama lain kakap hitam, harganya 80rb rupiah, untuk 4-5 orang.

IMG01040-20101214-2017

Otak-otak
Berbeda dengan otak-otak yang biasa ayah rasakan, otak-otak di sini lebih terasa ikannya. Dipadu dengan cuka sambal membuat Ayah tidak bisa berhenti untuk mengunyah makanan yang satu ini. satu piece 2rb rupiah saja

IMG01032-20101214-2011

Cumi asam manis : 40rb perporsi, untuk 4-5 orang.

IMG01041-20101214-2017

Kangkung polos : 16rb
Jeruk hangat 4rb, jeruk yang digunakan untuk minuman jeruk hangat disini adalah jeruk kunci/jeruk limau

IMG01031-20101214-2002

Kalau seafood sumbernya banyak tersedia di sini, namun kalau sayuran agak sulit mencarinya, beberapa komoditi sayuran harus di import dari pulau sebelah, jadi jangan heran kalau harga sayuran disini sedikit lebih mahal dibanding jabotabek.

Oh iya saat berkunjung ke kota (aka Tanjung pandan), sempet makan nasi goreng seafood, ini nasi goreng seafood apa seafood nasi goreng, ingredient seafoodnya buanyak poll

IMG01019-20101213-2033

yang masih tertinggal Mie khas belitung nih, Belitung aku kan kembali

Tobe continue

Entry filed under: My Lovely Journey. Tags: , , , , , .

Terselamatkan kepiting Dandito Mohon jangan melindungi jualan buah kami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: