Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-3

Januari 25, 2010 at 02:09 5 komentar

10 Januari 2010

Sarapan Pagi

pukul 08.00,

Seperti yang sudah di sepakati Ayah, Bunda dan teman-teman bunda, kita berencana untuk mencari sarapan pagi. setelah mencari-cari tidak ditemukan juga makanan halal, rata-rata makanan yang di jajakan mengandung B2/pork. Akhirnya kita kembali ke Hotel, karena sebelum berangkat mencari makanan, Ayah melihat ada menu baked potatoes di dekat hotel. nama tempatnya Oh My Cod.

Setelah melihat-lihat menu, akhirnya Ayah, Bunda dan teman-teman memilih menu roti untuk makan pagi ini. berikut salah satu pesanan roti bakar dengan telur ditemani orange juice.

Meskipun tidak sekenyang makan nasi uduk, tapi makan roti dan minum orange juice cukup nikmat, setidaknya untuk mengganjal perut dari kelaparan, hehehehe.

Chao Phraya

Selesai menikmati sarapan pagi, agenda selanjutnya adalah ke Grand palace, meskipun ada banyak kuil di kota bangkok, namun grand palace yang letaknya bersebelahan dengan Wat Phra Kaeo adalah ikon kota Bangkok, jadi kalau tidak kesana rasanya tidak ke Bangkok. dari informasi hasil browsing di internet salah satu moda transportasi yang bisa digunakan untuk mencapai Grand palace dari penginapan kita di Banglampu area, adalah dengan menggunakan perahu. Untuk teman -teman yang butuh informasi tentang thailand khususnya bangkok bisa klik di http://www.sawadee.com/, kalo menurut Ayah Nara isi situsnya cukup komplit dan up to date.

Hasil tanya-tanya ke petugas hotel, dapat informasi kalau Ayah, Bunda dan teman-teman bunda perlu berjalan kira-kira 500M untuk mencapai dermaga (istilah kerennya Pier) terdekat, yaitu Phra Atit Pier (N13).  Mulailah Ayah, Bunda dan teman-teman bunda menyusuri jalan Soi rambutri seperti arahan dari petugas hotel, ditengah jalan ketemu yang penjual buah, mampir dulu ahh, beli buah untuk bekal.

mirip ya seperti penjual buah di Indonesia.

Setelah menyusuri jalan soi rambutri dan masuk kedalam gang sampailah Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda di jalan besar, wah dimana nih dermaganya. Tengok kanan-kiri, sampai akhirnya Ayah melihat plang yang menunjukkan gambar perahu bertuliskan Phra Atit Pier


Kira-kira 50 meter dari plang informasi sampailah Ayah, Bunda, dan teman-teman Bunda di pinggir sungai Chao Phraya.

Lebar ya sungainya, mirip sungai di Kalimantan. Untuk sampai ke dermaga Phra Atit, cukup dengan menyusuri pinggiran sungai Chao Phraya, kira-kira 50M sampailah di Phra Atit Pier.

Diskriminasi

Sesampainya di Dermaga phra atit Ayah langsung menuju tempat tiket, untuk tiket perahu dengan blue flag (yang dikhususkan untuk turis), ada dua macam, yaitu yang one destination seharga 25 bath dan unlimited trips all day seharga 150bath. Untuk yang one destination, tujuannya kemana aja, mau ke central Pier (N1) atau ke N4 bayarnya sama yaitu 25bath. Sedangkan untuk yang unlimited bisa dipakai sebebas-bebasnya dari jam 10.00-19.00.

Awalnya Ayah, Bunda dan teman-teman bunda berniat membeli tiket unlimited, namun karena waktu saat itu belum jam 10, akhirnya dipilihlah tiket one destination.

Setelah menunggu 5 menit, datanglah perahu berbendera orange, dalam hati ayah sudah excited, soalnya for the first time ngerasain naik perahu di Bangkok, namun setelah perahu tersebut sandar di dermaga, petugas dermaga mengatakan “wait” padahal disaat bersamaan beberapa Bule mulai naik ke perahu. Sampai tidak ada lagi penumpang lain selain Ayah, Bunda dan teman-teman Bunda, sang petugas masih mengatakan “wait” , sampai  perahu yang dinaiki Bule-bule itu pergi, Ayah tidak diperbolehkan naik perahu. Kirain diskriminasi sudah tidak ada lagi, tp kok kita didiskriminasi sih, mentang-mentang muka kita mirip orang lokal (Thailand), jadi tidak boleh naik ke perahu bersama bule-bule itu

Terdengar kembali penjaga dermaga berkata wait, 5 minutes, big boat. mulailah kita mengerti sedikit-sedikit, sepertinya si petugas berusaha memberitahu kalau tiket yang Ayah beli adalah untuk perahu yang berbeda yaitu yang lebih besar dibandingkan perahu yang dinaiki bule-bule tersebut. Karena perahu yang di tunggu  belum terlihat, tante Ayu kembali ke loket tiket dan bertanya-tanya ke petugasnya, dapat informasi ternyata boat yang sebelumnya lewat adalah public boat (bendera berwarna orange), sedangkan tiket yang kita beli ini untuk perahu dengan bendera berwarna biru yang di khususkan untuk turis. Tiket perahu dengan bendera orange hanya 13 bath, itu artinya hampir setengah dari harga tiket perahu berbendera Biru, tentunya dengan tujuan yang sama. Wah ternyata si Bule-bule itu lebih pintar dari kita ya begitu seloroh Ayah, sambil di sambut tawa teman-teman bunda.

Lima menit yang ditunggupun selesai, perahu dengan bendera biru dan dengan ukuran yang lebih besar dibanding sebelumnya, telah sampai di Phra Atit Pier.

Grand palace & Wat Phra Kaeo

Selesai perahu sandar di dermara, mulailah Ayah, Bunda dan teman-teman bunda menaiki perahu tersebut. Beginilah kondisi di dalam perahu, lumayan lega kan.

Untuk sampai ke Grand palace dengan menggunakan perahu berbendera biru, kita perlu turun di Maharaj Pier. Maharaj Pier adalah dermaga ke empat yang di singgahi perahu ini. Oh iya, pemberhentian untuk perahu berwarna Biru dan berwarna Orange sedikit berbeda. kalau perahu berwarna Biru berhenti di maharaj Pier, Perahu warna orange tidak berhenti di dermaga ini. tapi berhenti di dermaga lain yang dekat dengan maharaj Pier, so teman-teman jangan khawatir takut kesasar, tipsnya banyak-banyaklah bertanya meskipun dengan bahasa Tarzan, hehehehehe.

kira-kira15 menit sampailah perahu yang dinaiki Ayah di Maharaj Pier, petugas yang di dalam perahu menginformasikan kalau mau lihat Grand Palace penumpang bisa turun disini.

saat keluar dari Maharaj Pier, sudah ada petunjuk arah menuju Grand Palace, berikut foto jalan menuju ke grand palace.

Untuk masuk ke Grand palace pakaiaan yang dikenakan harus sopan (tidak menggunakan Tank top, celana ketat/legging, rok mini, celana pendek, dan sejenisnya, untuk lebih detail silakan klik link berikut http://bangkok.sawadee.com/temple/grandpalace.htm ). Namun untuk teman-teman yang sudah terlanjur sampai  ke grand palace tapi menggunakan pakaian yang “kurang sopan”, jangan khawatir. karena grand palace menyediakan pakaian untuk dipinjamkan. Lokasinya di bagian depan komplek grand palace, ada sebuah bangunan di sebelah kanan dekat dengan pintu masuk. Syaratnya adalah dengan mendepositkan uang sebesar 200 bath untuk satu pakaian.

Selain panas, jalan di dalam kompleks grand palace penuh dengan para wisatawan, so buat temen-temen yang tidak mau berpanas-panasan, bisa membawa payung. foto-foto dulu ahh

Setelah aktivitas foto-foto, perjalananpun dilanjutkan kembali.Sesampainya di loket pembelian tiket masuk, ternyata tiket untuk masuk ke Grand palace dan Wat Phra Kaeo sebesar 350 bath. Wah mahal juga ya dalam hati Ayah. Dengan alasan mahalnya tiket masuk ke Grand Palace dan ditambah penuhnya pengunjung siang itu, akhirnya Ayah, Bunda dan teman-teman bunda mengurungkan niat untuk masuk ke Grand palace dan Wat Phra Kaeo.

Prev part –> Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-2

Next part –> Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-4

Entry filed under: My Lovely Journey. Tags: , , , , , , , .

Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-2 Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-4

5 Komentar Add your own

  • 1. Tri Drian  |  Januari 25, 2010 pukul 02:59

    Kapan ya bisa ajak istri dan anak jalan-jalan ke luar negeri ?

    Balas
    • 2. gyannara  |  Januari 25, 2010 pukul 03:22

      Insya Alloh dalam waktu dekat, amiiin

      Balas
  • […] next part […]

    Balas
  • […] Prev part –> Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-3 […]

    Balas
  • 5. Bang Ayunk  |  Januari 29, 2013 pukul 08:09

    Selamat Malam numpang promosi yah, kalo gak suka mohon di delete aja

    Meameyshop

    Bagi Anda yang suka atau hobi bepergian keluar negeri dan tidak mau repot untuk membeli kaos oleh-oleh
    Kami menyediakan kaos wisata dalam maupun luar negeri (Singapore, Thailand, Japan, Hongkong, Korea, Australia dll)
    dengan harga terjangkau dan cocok Anda jadikan sebagai oleh-oleh untuk teman, saudara atau rekan Anda

    Bahan cotton yang nyaman di badan, ukuran mulai M, L dan XL, harga mulai Rp. 25.000 (ukuran M) dan Rp. 35.000
    (Ukuran L dan XL) dengan order minumum 6 pieces.

    Order satuan dikenakan biaya tambahan Rp. 5.000 / pieces (harga belum termasuk ongkir)

    Info lebih lanjut dapat menghubungi Mia 085245514056
    PIN BB : 3316ECBA
    Facebook : https://www.facebook.com/bang.ayunk
    Website : http://www.meameyshop.com

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: