My first Credit Card

Januari 19, 2010 at 02:16 Tinggalkan komentar

10 N0vember 2009

Ada SMS masuk ke HP ayah, setelah baca, ternyata SMS dari BCA yang menginformasikan bahwa kartu kredit sudah di setujui, dan akan segera di kirim ke alamat kantor. Saat masuk pertama kali setelah tugas dari Lombok, ternyata kartu kredit sudah ada di meja. ada dua kartu kredit yang terkirim yang warna gold dan satu lagi warna hitam dengan gambar Batman. Perasaan Ayah pesannya Tazmania, kok yang dikirim si Batman, tapi ya sudahlah tidak terlalu penting gambar apa yang ada di kartu, yang penting adalah fungsinya.

Proses pengajuan Kartu kredit

Dua bulan sebelum kartu kredit dikirim, Ayah dan Bunda sudah berencana untuk mengajukan pembuatan kartu kredit. Setelah cari-cari informasi baik dari internet maupun dari pengalaman teman-teman Ayah dan Bunda, ada dua rekomendasi untuk kartu kredit, yaitu kartu kredit BCA dan kartu kredit BNI. Seminggu setelah dapat rekomendasi, Ayah dan Bunda datang ke BNI cabang margonda, dengan maksud membuat Kartu kredit, saat itu Ayah dan Bunda di terima oleh Customer Service, kemudian Ayah dan Bunda mengutarakan niat untuk mengajukan pembuatan kartu kredit. Berhubung alamat tempat tinggal dan alamat pada KTP berbeda, sang CS menganjurkan untuk mengganti KTP terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan kartu kredit, jadilah Ayah dan Bunda hari itu pulang dengan tangan hampa.

Karena penggantian KTP memakan waktu lama, Ayah dan Bunda akan mencoba permohonan kartu kredit di bank BCA. Kebetulan saat sedang ambil uang di ATM BCA, ayah di tawari untuk membuat kartu kredit BCA oleh sales kartu kredit BCA. Tanpa perlu repot-repot mengajukan, si sales mencatat semua informasi yang di butuhkan ke dalam formulir permohonan kartu kredit, selain itu dia meminta KTP dan kartu ATM untuk di fotocopy. Tidak sampai 10 menit prosespun  selesai, sales BCA tersebut menginformasikan, kalau nanti akan ada orang dari pusat yang menelpon untuk menindaklanjuti permohonan kartu kredit ini.

Kira-kira seminggu setelah proses permohonan tersebut, Ayah di telpon oleh orang dari kantor pusat BCA, bahwa proses untuk kartu kredit sudah dimulai, kira-kira tiga minggu kalau memenuhi syarat, kartu kredit akan selesai. berturut-turut, Eyang dan kong-kong menginformasikan kalau kongkong abis di telp sama BCA untuk sejumlah konfirmasi.

Ada dua alasan yang mendasari Ayah dan Bunda mengajukan pembuatan kartu kredit, alasan pertama adalah karena awal tahun 2010 Ayah dan Bunda berencana jalan-jalan ke Thailand dengan budget yang terbatas, khawatir saat sana kehabisan dana, Ayah dan bunda bisa menggunakan kartu kredit ini diluar negeri, makanya saat pengajuan Ayah dan Bunda prefer untuk yang ada fasilitas VISA atau Mastercard. Alasan kedua adalah untuk online booking pesawat, karena kedepannya Ayah dan Bunda akan memasukan agenda liburan di fix schedule keluarga, hehehehe.

Untuk ATM BCA Ayah Nara dikenakan biaya annual fee sebesar 125 rb rupiah (untuk dua kartu) per tahun, kalau di hitung-hitung sekitar 10 rb lebih sedikit perbulan, kalo kata Om drian anggap aja punya satu tabungan yg biaya administrasinya 10 rb, tapi yang ini bisa di pake dulu buat beli barang-barang.

Bijak Menggunakan Kartu Kredit

ditengah banyaknya surat pembaca yang tidak nyaman karena banyak menerima telpon dari debt collector, sampai dengan saat ini Ayah dan Bunda merasa cukup nyaman menggunakan kartu kredit, alasannya adalah karena Ayah dan Bunda bisa menggeser waktu pembayaran tanpa ada charge tambahan. selain itu ada beberapa promo yang bisa dimanfaatkan.

Cara agar kita tidak terbelit utang karku kredit,  segera membayar semua tagihan sebelum jatuh tempo, karena kalau bayar sedikit-sedikit kita akan terbebani oleh administrasi dari pemakaian kartu kredit tersebut (namanya juga minjem, hehehe). Jadi sebisa mungkin ketika akan menggunakan kartu kredit tersebut untuk pembelian, pastikan kita memiliki dana untuk melunasi tagihan sebelum jatuh tempo. Kalau dirasa belum memiliki dana untuk melunasi sebelum jatuh tempo sebaiknya jangan melakukan pembelian. kecuali ada fasilitas cicilan 0% untuk kartu kredit yang digunakan, itupun harus dilihat sampai batas berapa bulan cicilan 0%nya.

Menurut pendapat pribadi Ayah Nara, kartu kredit mengincar kelengahan seseorang dalam melunasi tagihan secara keseluruhan, dan lebih memilih agar tagihan dilunasi dengan cara mencicicil. kalo kata sales kartu kredit namanya juga kartu kredit ya bayarnya kredit alias nyicil. padahal dengan cara mencicil, kita akan terbebani oleh administrasi bunga kartu kredit tersebut. Selain itu kartu kredit akan sering menawarkan pembelian suatu produk dengan cara mencicil, sebisa mungkin hindari pembelian dengan cara seperti ini, karena kita akan dibebani oleh administrasi bunga kartu kredit.

Diluar semua itu, ayah Nara berterimakasih dengan adanya layanan kartu kredit, karena bisa berguna disaat kita perlu membeli sesuatu dan bisa dibayar dibulan depan (tentunya sebelum jatuh tempo).

Entry filed under: My Lovely Uncategorized. Tags: .

Road to Negeri Seribu Kuil Thailand part-1 Tutup Tupperw*** ku Meleleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: