Road to Negeri Seribu Kuil Thailand part-1

Januari 18, 2010 at 03:52 5 komentar

9 Januari 2009

Setelah sebelumnya Bunda, direpotkan oleh schedule yang berubah dari air asia, akhirnya Ayah dan Bunda berangkat menuju Negeri seribu kuil (thailand). Dengan dianter Eyang kung, Eyang putri dan Nara, Ayah dan Bunda menuju kampung rambutan tepatnya pool bus Damri yang akan ke bandara.

pukul 08.00

Setelah Nara salim dan cium Ayah dan Bunda, akhirnya Bus Damri yang mengantar Ayah dan Bunda mulai berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta. didalam bus ternyata ada tante Ayu yang sudah naik bus terlebih dahulu, tante ayu ini temen kantornya Bunda yang menjadi inspirasi Ayah dan Bunda untuk jalan-jalan ala backpaker ke thailand. tak terasa sambil di selingi ngobrol sampailah Ayah, bunda dan tante Ayu di bandara terminal 2D.

Persiapan Bekal

Berhubung schedule pesawat yang akan dinaiki akan transit di Singapore pukul 14.00 dan pesawat lanjutan ke Bangkok baru berangkat pukul 20.10, maka Ayah dan Bunda siap-siap membawa bekal takut kelaparan di saat menunggu, diputuskan untuk membeli Burger di Bandara. Sambil menunggu tante Denik, tante Sandy dan Om Toto, Bunda dan Ayah pesan burger di A&W. Selesai membungkus 3 burger, tante Denik,  tante Sandy, dan om Toto ternyata sudah sampai. Akhirnya proses check-in pun segera dilakukan, selesai proses check-in, Bunda, tante Ayu dan tante shandy mengurus pembelian bagasi saat pulang, karena pembelian bagasi dua hari sebelum lebih murah.

Pengurusan Bebas fiskal

Pengurusan bebas fiskal dilakukan sebelum masuk antrian imigrasi, padahal waktu sudah menunjukan 30 menit sebelum boarding, jadilah kita terburu-buru mengurus bebas fiskal ini. Tempat pengurusan bebas fiskal ini ada di dekat antrian untuk imigrasi. untuk pengurusan bebas fiskal di perlukan fotocopy KTP dan foto copy NPWP, pengurusannya tidak memakan waktu lama, hanaya 5-10 menit, itupun karena menunggu antrian. Setelah pengurusan bebas fiskal, boarding pass tiket kita akan di tempel stiker bebas fiskal. nih foto stikernya

Selesai mengurus bebas fiskal, antrian imigrasi sudah menunggu, kira-kira 15 menit sampailah di pos imigrasi, di pos ini passport kita akan di check, apakah kita terkena pencekalan atau tidak, jika tidak maka passport kita akan di cap, tanda lulus imigrasi indonesia, nih contoh capnya

Tanpa menunggu lebih lama, setelah Ayah, Bunda, tante Ayu, tante Denik, tante Shandy, dan om toto selesai pemeriksaan di imigrasi, langsung kita menuju gade D4 tempat air asia yang akan mengantarkan ke Singapore parkir. di depan gate petugas air asia sudah meminta kita agar segera cepat, karena pesawat sebentar lagi take off. Kira-kira 5 menit setelah masuk pesawat, terbanglah pesawat menuju ke Singapore. Moral of the storynya, untuk penerbangan keluar negeri,  kalau sudah sampai di bandara lebih awal sebaiknya segera lakukan 1.check in, 2.proses bebas fiskal dan 3.proses di imigrasi. At least 2 jam sebelum pesawat boarding kita sudah sampai untuk melakukan seluruh proses tersebut.

Insiden kehilangan

Kalau di ingat-ingat, ini penerbangan perdana ayah menggunakan maskapai penerbangan Air Asia. Untuk penerbangan dengan tiket promo nol rupiah, ada beberapa nilai plus, yaitu, schedule tidak ada delay untuk pemberangkatan ke singapore, selain itu air asia berbaik hati memberi snack dan air mineral.

Dengan diantar airbus A230, tepat pukul 14.00 waktu Singapore, pesawat dengan nomor penerbangan QZ7780 yang di tumpangi Ayah mendarat dengan selamat di changi air port Singapore.

Berhubung kabin penyimpanan tas diatas tempat Ayah dan Bunda duduk sudah penuh, jadilah tas yang berisi pakaian di letakkan di kabin depan, agak jauh dari tempat Ayah dan Bunda duduk. Kebetulan saat Ayah dan Bunda sedang antri turun pesawat, Ayah melihat ada seorang ibu yang menurunkan tas yang mirip dengan tas yang ayah letakkan di kabin depan. yang muncul dipikiran Ayah saat itu adalah ohh mungkin tasnya mirip, namun setelah Ayah sampai ke kabin tempat Ayah meletakkan tas , Ayah dan Bunda tidak melihat tas tersebut di kabin, wah dimana nih tasnya. Ayah teringat ibu-ibu yang menurunkan tas ayah saat antri turun pesawat, segera Ayah dan Bunda lari mengejar ibu-ibu tersebut, setelah posisi Ayah dan Bunda berada dekat dengan ibu-ibu yang menurunkan tas, Ayah tidak melihat tas Ayah dibawa olehnya. segera kita berpikir dimana ya tas kita, kacau juga bisa-bisa bekal baju Ayah dan Bunda seminggu raib, untungnya tante Denik memberitahu, kalau dia melihat tas tersebut di kursi penumpang, segera Ayah dan Bunda lari menuju pesawat, dan alhamdulilah tas Ayah masih ada. ternyata si ibu tadi benar menurunkan tas ayah dan meletakkannya di kursi, yah si Ibu kalau bukan barang bawaannya jangan diturunin atuh, bikin Ayah dan Bunda sport jantung aja. Semoga si ibu diberi pencerahan supaya ngak sembarangan menurunkan barang bawaan orang lain, hehehehe

Jalan-jalan di Singapore

Setelah turun pesawat, proses selanjutnya adalah pemeriksaan barang bawaan, selesai pemeriksaan, karena pesawat lanjutan menuju Bangkok baru take off pukul 20.10 waktu setempat, Ayah, Bunda, tante Ayu, tante Denik, tante Shandy dan om Toto, berencana jalan-jalan di singapore. dan supaya jalan-jalan kita tidak terganggu dengan barang bawaan tas yang banyak, akhirnya diputuskan untuk menitipkannya di left baggage. Di terminal 1, letak left baggage berada di dekat tempat antrian imigrasi untuk pemberangkatan, petunjuknya mudah kok ada papan petunjuknya. Sambil berjalan menuju tempat penitipan tas, foto-foto dulu di dekat kendi (bener nulisnya ngak ya?) besar


Biaya penitipan sekitar 13 SGD untuk 4 buah tas yang besar-besar, setelah tas dititipkan, aktivitas dilanjutkan untuk sholat. Dengan  mengikuti petunjuk letak prayer room, sampailah kita di tempat sholat, setelah di perhatikan ada yang aneh di papan prayer roomnya “multi religion prayer room”

di dekat tempat Wudhu juga ada informasi serupa, berikut fotonya

Selesai sholat, Ayah, Bunda, tante Ayu, tante Denik, tante Shandy dan om Toto, segera menuju imigrasi. Kebetulan antrian tidak terlalu banyak jadi prosesnya bisa cepat, saat sampai loket cuma di tanya, schedule berikutnya jam berapa? pukul 20.10, setelah itu passport Ayah di cap oleh imigrasi sebagai tanda boleh masuk ke negeri Singapore.

Dari imigrasi, di sepakati kita akan ke jalan-jalan ke Bugis junction. Untuk sampai ke sana Ayah dan Bunda akan menggunakan MRT, kalo di Indonesia seperti KRL. Setelah tanya-tanya ke petugas bandara, ternyata MRT ini hanya bisa di akses dari terminal dua atau terminal tiga. untuk mencapai terminal tiga kita perlu naik skytrain, yaitu sejenis kereta automatis yang berfungsi sebagai penghubung antar terminal di bandara.

dan ini foto skytrainnya.

Sampai di terminal tiga, segera menuju ke lantai bawah untuk naik MRT, sebelum naik, beli tiket dulu dimesin pembelian tiket, pengoperasiannya mudah kok, tinggal pencet pembelian tiket, kemudian stasiun yang ingin di tuju, nanti akan keluar informasi biayanya berapa, setelah itu masukan uangnya (kalau lebih nanti akan ada kembalian), kalau kurang ya ngak keluar kartunya, hehehehehe. nih kartu MRTnya

Kebetulan saat masuk peron, kereta sebentar lagi jalan, langsunglah Ayah, Bunda dan temen-temen bunda lari-lari masuk ke kereta. Setelah melihat-lihat peta MRT singapore (link yang warna hijau), ternyata untuk sampai bugis junction, kita perlu berganti MRT di stasiun Tanah Merah.

Dari stasiun Tanah Merah, perjalannan dilanjutkan dengan MRT yang menuju Joo Koon

Bugis junction terletak di EW 12, delapan stasiun dari tanah merah. di Singapore karena masyarakatnya terdiri dari banyak culture, maka informasi bahasanya juga banyak, tak luput di pintu kereta juga ada peringatan dalam beberapa bahasa, familiar dengan bahasa ini?

Tak sampai 30 menit, kereta yang Ayah dan Bunda naiki sampai di bugis junction, segera Ayah, Bunda dan temen-temen bunda turun dari kereta. Karena waktu sudah menunjukan pukul 14.30, perut sudah mulai bernyanyi akhirnya Ayah,  Bunda dan teman-teman bunda mencari tempat makan. Sebenarnya Ayah dan Bunda sudah bawa bekal burger dari Jakarta, tapi karena tante Denik “ngidam” mau makan nasi lemak, akhirnya kita berjalan mencari lokasi nasi lemak yang di idam-diamkan tante Denik. Warung yang dimaksud tante Denik ini berada di luar stasiun, namanya backpacker cozy corner, isinya ada macam-macam makanan, ada masakan Indonesia, masakan India dan masakan Malaysia. Begitu sampai, langsung duduk, foto dulu ahh

Sayangnya Nasi lemak yang di idam-idamkan sedang tidak available, jadilah Ayah, tante Denik dan tante Ayu memesan nasi goreng ikan Belibis.

Sedangkan Bunda dan tante Shandy pesan roti cane.

dengan di temani teh tarik, jadilah Ayah dan Bunda serta teman-teman Bunda makan di pinggir jalan. Selesai makan aktivitas dilanjutkan dengan jalan ke jalan Bugis, di jalan ini banyak pedagang di pinggiran jalannya nih fotonya.

sempet berhenti di jalan bugis lihat baju Nara, tapi karena untuk motif yang di inginkan tidak ada ukuran untuk Nara, jadi urung membelinya. Perjalanan dilanjutkan sampai ketemu jalan besar, namun hati Bunda dan temen-temen Bunda masih nyangkut di Bugis junction, soalnya di mall banyak branded sale. jadilah kita kembali ke stasiun, foto toko buah dulu sebelum pulang, ternyata buahnya ngak jau beda sama yang di jual di Indonesia ya.

Sesampainya di cibubur junction, Bunda dan temen-temen bunda langsung lihat-lihat branded sale, sedangkan Ayah dan om Toto menunggu di depan toko.

pukul 17.30

Setelah selesai mencari branded sale, saatnya Ayah, Bunda dan temen-temen Bunda kembali ke Changi air port. Dengan naik MRT seperti saat berangkat, akhirnya sampai di Changi airport, segera Ayah menuju ke terminal satu dan melakukan check-in.  Kira-kira masih ada waktu satu setengah jam  sebelum boarding ke pesawat menuju ke Bangkok. foto-foto dulu di mangkuk besar.

Kira-kira 45 menit sebelum boarding, Ayah dan Bunda mengambil tas kita di tempat penitipan, kemudian berjalan ke gate D35. foto-foto lagi dalam perjalanan menuju gate D35.

Sesampainya di gate D35, ternyata pesawat air asia menuju Bangkok delay sekitar 30 menit. kira-kira pukul 08.40 pesawat air asia dengan nomor penerbangan FD 3506, mengantar Ayah, Bunda, dan teman-teman Bunda menuju ke negeri seribu kuil Thailand.

Next part –> Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-2

Entry filed under: My Lovely Journey. Tags: , , , , , , , , , .

Seratus belum tentu lebih baik dari satu My first Credit Card

5 Komentar Add your own

  • 1. Tri Drian  |  Januari 18, 2010 pukul 03:59

    Haha… Insiden kehilangannya mengagetkan juga ya ? Bisa menggembel nih kalau beneran hilang…

    Balas
  • 2. gyannara  |  Januari 18, 2010 pukul 04:17

    iya tuh si Ibu, sayang ngak berhasil ambil fotonya, kalo iya, pasti udah masuk blog,dan ada komentar hati-hati dengan ibu ini, hehehehe

    Balas
  • 3. My first Credit Card « My lovely baby  |  Januari 19, 2010 pukul 02:18

    […] kartu kredit, alasan pertama adalah karena awal tahun 2010 Ayah dan Bunda berencana jalan-jalan ke Thailand dengan budget yang terbatas, khawatir saat di luar kehabisan dana, Ayah dan bunda bisa menggunakan […]

    Balas
  • […] Prev part –> Road to Negeri Seribu Kuil, Thailand Part-1 […]

    Balas
  • 5. sekali-kali coba makanan negeri Jiran yuk | My lovely baby  |  Februari 1, 2015 pukul 06:17

    […] transit ke Kuala Lumpur. meskipun sudah dua kali menggunakan maskapai Air Asia (yang pertama adalah kenegeri 1000 kuil), namun baru kali ini Ayah menjejakan kaki di negeri Jiran […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: