Indahnya Lombok (Part-2) finished

Desember 29, 2009 at 07:17 4 komentar

09 November 2009

Buah tangan khas Lombok

Setelah menyelesaikan urusan kantor, diantar Mobil sewaan yang dikemudikan Om Irul, Ayah, Om Ucin dan Om Jenggot jalan menuju Senggigi.Memang hari ini Ayah, Om Ucin dan Om Jenggot berencana pindah penginapan dari Hotel Zaitun di Mataram menuju Hotel Puri Senggigi di Senggigi, oleh karenanya sebelum berangkat ke kantor customer, Ayah, Om Ucin dan Om Jenggot sudah packing barang bawaan.

Sebelum sampai di hotel Puri Senggigi, tepatnya di Jalan meniting no 69,  Om Irul menepikan mobil di GEM pearl Jewellery, yaitu toko perhiasan yang menjual mutiara, salah satu oleh-oleh khas Lombok. di tempat parkir toko ini sudah ada bus pariwisata yang membawa Ibu-Ibu isteri angkatan bersenjata republik Indonesia (abis nanya supir busnya, jadi tau mereka ini isteri-isteri perwira ABRI, hehehehe). Begitu masuk GEM pearl, ada tiga ruas etalase, sisi kiri, tengah dan kanan. Pada etalase di sisi kiri terdapat berbagai perhiasan yang berasal dari mutiara air tawar, sedangkan pada etalase bagian kanan berisi perhiasan mutiara air laut, dan pada etalase bagian tengah berisi keduanya.

Pernak-pernik yang disajikan bermacam-macam mulai dari kalung, gelang, anting, bros, cincin, Liontin sampai tasbih yang berbahan mutiara ada di sini. Untuk harga mutiara air laut pergramnya berkisar 500rb-900rb rupiah, tergantung ukuran dan sempurnanya bentuk dari mutiaranya, sedangkan untuk mutiara air tawar tidak ada referensi harga pergramnya, harga hanya didasarkan dari jenis dan bentuk perhiasan. Untuk harga bross mutiara air tawar, harga berkisar 50rb-200 rb rupiah. Jika kita membeli mutiara air laut, kita akan diberi sertifikat ke aslian mutiara dari toko ini. Berikut hasil jepret contoh mutiara air laut yang masih ada di cangkang.

Setelah selesai memilih dan membeli pernak-pernik mutiara, segera Ayah, Om Ucin, dan Om Jenggot melanjutkan perjalanan menuju hotel Puri Senggigi. Dalam perjalanan menuju Puri senggigi, Om Irul menawarkan hotel selain Puri Senggigi sebagai alternatif  pembanding, nama hotelnya Batu Bolong cottage, posisinya tepat berada di sebelah Hotel Puri Senggigi.

Fasilitas kamar, adalah AC, TV, Kulkas, Kamar mandi, Kolam renang, DVD player, breakfast dan view pantai Lombok yang indah di tebus dengan harga 500rb permalam untuk 3 orang. Jadilah 3 hari kedepan Ayah, Om Ucin dan Om Jenggot menginap di Batu Bolong. Kebetulan ketika selesai check in waktu masih sore, atas inisiatif Om Jenggot akhirnya Ayah, Om Ucin dan Om Jenggot jalan-jalan sore di pantai, sambil melihat sunset di pantai Lombok.

10 November 2009

Setelah sesi training pagi selesai, waktu makan siangpun tiba, sambil konvoi dari tempat pemberian materi training, akhirnya kita sampai di tempat makan yang sudah di pesan, letaknya di depan puri Senggigi. Sambil ditemani pemandangan pantai yang Indah, Bersama rekan-rekan XL kita makan siang.

Selesai sesi training siang, Ayah, Om Ucin dan Om Jenggot segera meluncur ke Cakranegara, rencananya kita akan cari kaos khas Lombok. Sesampainya di toko penjual kaos Om Ucin langsung mencari kaos yang akan dibeli. Mulanya Ayah tidak berniat untuk membeli kaos khas lombok, namun melihat kaos yang di pilih Om ucin menarik, Ayah tergoda juga membeli kaos lombok untuk Om, pakde dan Nara. Harga kaos di sini berkisar 15 rb sampai 25 rb rupiah. Selesai membeli kaos, Ayah pulang ke hotel.

Besoknya setelah selesai training, bersama Om Irul,  Ayah, Om Jenggot dan Om Ucin Cakranegara lagi, kali ini tujuannya bukan untuk membeli kaos, tapi untuk membeli Dodol dan manisan khas lombok, nama tempatnya Phoenix food.  Setelah puas berbelanja oleh-oleh untuk orang rumah dan kantor, Ayah, Om Ucin dan Om Jenggot melanjutkan perjalanan menuju ke pagutan. di pagutan terdapat beberapa toko penjual mutiara. bedanya dengan GEM Pearl yang di datangi sebelumnya, toko di pagutan ini lebih kecil namun jumlahnya ada beberapa toko. Harga pernak-pernik mutiara di pagutan ini tidak jauh berbeda dengan GEM Pearl.

Gili Trawangan

12 November 2009

Seperti telah direncanakan sebelumnya, hari ini Ayah, Om Ucin, dan Om Jenggot berencana akan ke Gili. Pagi-pagi sekali kita sudah packing barang bawaan, karena nanti sore setelah dari gili Ayah, Om ucin dan Om Jenggot akan pindah penginapan ke hotel Zaitun di mataram. Selesai makan pagi, langsung ketempat Om Edwin di Puri Senggigi. Setelah meletakkan barang bawaan dikamar Om Edwin, kira-kira pukul 08.00 Ayah, Om Ucin, Om Jenggot dan Om Edwin berangkat ke Bangsal, tempat penyebrangan dari pulau Lombok ke tiga Gili. Kira-kira setengah jam menyusuri pantai Lombok, sampailah kita di Bangsal, setelah mobil di parkir, perjalanan dilanjutkan dengan naik delman. Di dekat Bangsal ada 3 Gili/pulau yaitu dimulai dengan yang terdekat Gili Air, Gili Meno dan dan yang terjauh Gili Trawangan, setelah sedikit berdiskusi, diputuskan untuk ke Gili terjauh, yaitu Gili Trawangan. segera saja pesan tiket untuk menyebrang ke Gili Trawangan. Biaya untuk menyebrang ke Gili Trawangan sebesar 10rb, berikut tabel biaya penyebrangan dari Bangsal ke tiga Gili.

Sambil menunggu panggilan lewat pengeras suara, foto-foto dulu berikut jenis perahu yang mengantarkan kita dari bangsal menuju ke Gili Trawangan.

Setelah menunggu selama 20 menit, mulailah nama kita dipanggil lewat pengeras suara untuk menaiki perahu Wisata Ikhtiar, Akhirnya kita mulai naik ke perahu yang disebutkan. Di dalam perahu sudah penuh orang dengan berbagai macam belanjaan, jadilah perjalanan menuju Gili Trawangan, ditemani Ibu-ibu dan barang belanjaannya.

Perjalanan dari Bangsal ke Gili Trawangan memakan waktu kira-kira 45 menit, sesampainya di sana Ayah dan Om Jenggot mejeng sambil foto-foto di plang selamat datang.

Selesai lapor keamanan setempat (di minta lapor sama petugas keamanan karena ada Om Jenggot kali ya, hehehehehe), Ayah, Om Ucin, Om Jengot, Om Edwin, Om Betet dan Om Irul jalan-jalan menyusuri Pantai di Gili trawangan, ini dia fotonya.

Selidik punya selidik, ternyata di Gili trawangan ini tidak ada kendaraan bermotor. Untuk transportasi di pulai ini bisa menyewa sepeda atau naik cidomo. Sebenarnya untuk keliling pulau ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki (kira kira butuh 2 jam untuk mengelilingi pulau ini) namun karena matahari sedang terik-teriknya akhirnya Ayah, Om Jenggot dan Om Ucin menyewa cidomo seharga 90 rb untuk keliling pulau, sedangkan Om Edwin, Om Betet dan Om Irul memilih untuk makan siang. ini nih Cidomo yang kita naiki

Setelah berkeliling Gili Trawangan dengan Cidomo, perut sudah mulai bernyanyi untuk di isi , akhirnya selesai sholat Ayah, Om Ucin, dan Om Jenggot makan siang.

Makan siang selesai, istirahat sebentar, aktivitas dilanjutkan dengan berenang dipantai Gili. sambil menyewa alat untuk Snorkling kita berenang sambil snorkling di sekitar pantai Gili trawangan.

Hampir dua jam Ayah, Om Ucin, Om Jenggot dan Om Edwin berenang di pantai Gili, meskipun panas matahari begitu menyengat, namun tidak terasa karena terbasuh dinginnya air laut dan kencangnya angin pantai, sampai pukul 15.30 akhirnya Ayah, Om Ucin dan Om Jenggot selesai berenang. Setelah selesai mengeringkan badan segera Ayah, Om Jenggot, Om Ucin dan Om edwin bersiap-siap untuk kembali ke Bangsal. Sambil berjalan ke dermaga tempat perahu bersandar, kita berjalan sambil menyusuri pantai Gili, tak lupa foto-foto.

Seperti saat menunggu di Bangsal, ketika nama ayah di panggil lewat pengeras suara, mulailah Ayah, Om Jenggot, Om Ucin dan Om Edwin menaiki perahu. ada yang sedikit berbeda di dalam perahu, kalau sebelumnya pada saat berangkat, perahu yang dinaiki di dominasi barang belanjaan pasar, pada rute pulang kali ini tidak ada belanjaan, yang ada hanya beberapa bule yang membawa surfing board.

Setelah 45menit perjalanan, mulai terlihat dermaga dan perahu-perahu yang bersandar di Bangsal. Sayangnya sesampainya di Bangsal waktu sudah sore, dan sudah tidak ada pemberangkatan ke Gili yang lain, padahal ada dua gili lagi yang belum dikunjungi, yaitu Gili air dan Gili Menok. Jadi kalau teman-teman ada yang mau explore tiga gili ini, setidaknya butuh 3 hari.

Akhirnya dari Bangsal, langsung jalan menuju Puri Senggigi untuk ambil barang bawaan. Pada mulanya Ayah berencana akan menginap di mataram, namun atas bujuk rayu Om Edwin, akhirnya Ayah, Om Ucin dan Om Jenggot urung menginap di mataram dan di putuskan untuk menginap di Puri Senggigi. Fasilitas di Puri Senggigi ternyata tidak jauh berbeda dengan Batu Bolong, perbedaannya hanya pada view laut dan kolam renang, sisanya hampir sama, harganya pun cukup murah, yaitu hanya 150rb permalam.

Entry filed under: My Lovely Journey. Tags: , , , , , , , , , .

Proses Pembangunan (Minggu ke-18) Seratus belum tentu lebih baik dari satu

4 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 678,727 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: